Mitos Mewarnai Rambut dan Risiko Kanker: Fakta vs Fiksi

Mitos dan Fakta Mengenai Pewarna Rambut dan Risiko Kanker

Mewarnai rambut telah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Namun, muncul pertanyaan apakah penggunaan pewarna rambut benar-benar dapat meningkatkan risiko kanker. Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk mengkaji hubungan antara pewarna rambut dan risiko kanker, namun hasilnya masih belum konsisten.

Apa Kata Penelitian?

Berdasarkan kajian dari National Cancer Institute (NCI), meskipun sebagian besar studi tidak menemukan peningkatan risiko kanker yang jelas pada pengguna pewarna rambut untuk keperluan pribadi, beberapa penelitian menunjukkan adanya kemungkinan peningkatan risiko pada jenis kanker tertentu seperti kanker payudara atau limfoma non-Hodgkin.

Di sisi lain, International Agency for Research on Cancer (IARC) menyatakan bahwa penggunaan pewarna rambut untuk keperluan pribadi belum dapat dipastikan sebagai penyebab kanker pada manusia karena bukti ilmiahnya masih belum memadai.

Risiko Lebih Tinggi Bagi Profesional

Penata rambut dan tukang cukur yang terpapar bahan kimia dalam pewarna rambut secara terus-menerus selama bertahun-tahun memiliki risiko lebih tinggi terhadap beberapa jenis kanker, terutama kanker kandung kemih. Paparan yang berlangsung dalam jangka panjang ini dianggap sebagai “kemungkinan bersifat karsinogenik bagi manusia” oleh IARC.

Cara Menggunakan Pewarna Rambut dengan Aman

Untuk mengurangi risiko paparan bahan kimia, pengguna pewarna rambut dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

  • Ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan produk.
  • Gunakan sarung tangan saat mengaplikasikan pewarna rambut.
  • Hindari pemakaian pewarna lebih lama dari waktu yang dianjurkan.
  • Bilas rambut hingga bersih setelah proses pewarnaan selesai.
  • Lakukan uji alergi sebelum menggunakan produk baru.
  • Gunakan produk yang telah memiliki izin edar resmi.

Bagi penata rambut profesional, disarankan untuk menggunakan alat pelindung diri dan memastikan sirkulasi udara yang baik di tempat kerja guna mengurangi risiko paparan bahan kimia.

Secara keseluruhan, meskipun belum ada bukti meyakinkan bahwa mewarnai rambut untuk penggunaan pribadi langsung meningkatkan risiko kanker, langkah-langkah untuk menggunakan pewarna rambut dengan aman tetap dianjurkan. Risiko paparan bahan kimia lebih tinggi terutama bagi pekerja salon atau profesi lain yang menggunakan pewarna rambut secara rutin dalam jangka panjang.

Sumber: ANTARA

Source link