Berita  

Ibu Santri Korban Pembakaran Surati Prabowo: Minta Usut Oknum Polisi






Ibu Santri Korban Pembakaran Surati <a href="https://portalberitamerdeka.live/2026/10/02/pikiran-prabowo-sulit-dipahami-rakyat-apa-sebabnya/">Prabowo</a> Meminta Keadilan

Ibu Santri Minta Keadilan, Surati Prabowo Terkait Kasus Pembakaran

Ibu Korban Minta Prabowo Usut Kasus Pembakaran di Ponpes Lombok

Seorang ibu santri yang menjadi korban dalam kasus pembakaran di Pondok Pesantren (Ponpes) Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menyuratkan permohonan kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Permintaan tersebut melibatkan keterlibatan orang-orang terpercaya untuk menyelidiki kasus pembakaran tragis yang menewaskan anak perempuannya.

Penolakan Surat Damai sebagai Upaya Menutupi Kasus

Dalam surat yang dibacakan oleh kuasa hukum keluarga korban, disebutkan bahwa ibu korban menolak keras surat damai yang disodorkan oleh oknum kepolisian. Ibu tersebut merasa bahwa pihak kepolisian bahkan departemen agama di daerah sengaja mengarahkan ponpes tersebut untuk menyelesaikan kasus dengan damai. Permohonan khusus diberikan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menyelidiki oknum-oknum terkait yang mencoba menekan kasus ini.

Panggilan untuk Keadilan Tanpa Pandang Bulu

Dalam surat tersebut, disampaikan permintaan agar hukum dapat ditegakkan tanpa pandang bulu, meskipun pelaku yang diduga adalah anak dari pemilik ponpes. Kuasa hukum menegaskan bahwa nyawa anak korban tidak dapat disamakan dengan damai di atas selembar kertas. Kasus pembakaran itu berawal dari insiden tragis di mana tiga santri jatuh korban, satu meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka serius.

Para keluarga korban bersama tim hukumnya telah melakukan langkah menuju keadilan dengan menghadiri rapat audiensi di Komisi III DPR RI. Mereka berharap kasus ini tidak hanya ditutupi, terutama setelah terungkap bahwa selain pembakaran, ketiga korban juga menjadi korban bullying sebelum kejadian tersebut.

Source link