Kriminalitas Jakarta: Penyekapan hingga Operasi Polisi
Pada Jumat (3/7) lalu, beberapa peristiwa kriminal dan keamanan terjadi di wilayah DKI Jakarta. Mulai dari kasus penyekapan karyawan toko “Mau Print” hingga apel kesiapan dalam Operasi Kepolisian Kewilayahan “Berantas Jaya 2026” oleh Polda Metro Jaya. Inilah rangkuman beritanya:
Said Iqbal Laporkan Penyekapan Buruh ke Presiden
Said Iqbal, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, telah melaporkan kasus penyekapan yang menimpa tiga karyawan di Jakarta Pusat langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Laporan mengenai dugaan penyekapan, perantaian, dan pemerasan tersebut diteruskan ke presiden dalam bentuk laporan singkat melalui konferensi pers di Polda Metro Jaya.
Satpol PP Tertibkan Pemuda Minta Uang Bermodus Kehabisan Bensin
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kelapa Gading telah mengusir seorang pemuda yang membuat resah pengguna jalan di depan Mall Of Indonesia (MOI) Kelapa Gading karena meminta uang dengan alasan motornya kehabisan bensin. Kasatpol PP Kelapa Gading, Budi Salamun, mengatakan bahwa pemuda tersebut telah diusir dengan perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Penyekapan di Jakarta Pusat: Sejumlah Tersangka Berkerabat
Polres Metro Jakarta Pusat mengungkapkan bahwa dari tujuh tersangka dalam kasus penyekapan tiga karyawan di toko percetakan “Mau Print”, tiga di antaranya ternyata memiliki ikatan hubungan keluarga. Ketiga tersangka berkerabat tersebut diidentifikasi sebagai MML, AYL, dan CML.
Lebih lanjut, Polres Jaktim sedang menyelidiki dugaan intimidasi terhadap seorang pedagang buah di Pasar Induk Kramat Jati yang diduga dilakukan oleh seorang oknum perwira polisi. Polisi akan menelusuri kebenaran informasi yang beredar di media sosial terkait insiden tersebut.
Operasi Polisi Targetkan Kasus Curanmor
Polda Metro Jaya telah menggelar apel kesiapan dalam Operasi Kepolisian Kewilayahan “Berantas Jaya 2026” yang bertujuan untuk menekan angka tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Wakapolda Metro Jaya menegaskan bahwa operasi kewilayahan tersebut akan berlangsung selama 15 hari, mulai dari 4 hingga 18 Juli 2026.












