Berita  

Bangun Masjid Kecil di Perkampungan: Tingkatkan Kehadiran Masyarakat






KDM Fokus Bangun Tajug di Kawasan Permukiman untuk Menguatkan Ruang Ibadah

KDM Fokus Bangun Tajug di Kawasan Permukiman untuk Menguatkan Ruang Ibadah

Pada Sabtu, 20 Juni 2026, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan prioritas pembangunan masjid kecil atau tajug di permukiman warga. Langkah ini bertujuan untuk menguatkan peran rumah ibadah sebagai tempat ibadah dan refleksi spiritual di tengah masyarakat.

Masjid yang Bergeser Fungsi

Mulyadi mengambil kebijakan ini karena sebagian besar masjid kini mengalami pergeseran dari tempat ibadah menjadi ruang rekreasi dan aktivitas publik. Menurutnya, aspek spiritualitas terlalu sering terpinggirkan oleh daya tarik arsitektur bangunan yang lebih mendorong masyarakat untuk datang dan berfoto di masjid.

Memperkuat Fungsi Religius

“Kami ingin membangun masjid yang ada jemaahnya, tempat anak-anak mengaji, dan menjadi ruang ibadah masyarakat,” ucap Dedi. Ia menegaskan bahwa pengembangan tajug akan dilakukan bertahap dan melibatkan dukungan dari berbagai pihak. Dengan demikian, konsep tersebut diharapkan dapat menghidupkan kembali fungsi surau sebagai pusat kegiatan keagamaan tanpa perlu menambah struktur manajemen baru di lingkungan masyarakat.

Mantan Bupati Purwakarta tersebut menilai bahwa nilai ibadah sejati tidak sepenuhnya ditentukan oleh kemegahan bangunan, melainkan oleh kedalaman hubungan spiritual seseorang dengan Tuhan. Baginya, esensi dari ruang ibadah sejati adalah keheningan batin dan kemampuan untuk merasakan nilai-nilai ketuhanan dalam kehidupan sehari-hari. Pembangunan tajug diharapkan dapat mengembalikan kedekatan spiritual ini ke dalam kehidupan masyarakat Jawa Barat.


Source link