Berita  

Trump & Presiden Iran Tanda Tangani Kesepakatan Damai: Akhir Perang?

Trump dan Presiden Iran Teken Kesepakatan Damai untuk Akhiri Perang

Pada Rabu 17 Juni 2026 waktu AS, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menandatangani nota kesepahaman secara digital untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung. Kesepakatan ini terjadi ketika Trump menghadiri jamuan makan malam di Istana Versailles bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Penandatanganan Nota Kesepahaman

Menurut keterangan resmi dari Gedung Putih, Trump menyatakan, “Sudah ditandatangani. Ditandatangani di Versailles. Baru saja ditandatangani.” Momen penandatanganan tersebut sebenarnya telah terjadi sebelumnya secara digital pada Minggu oleh Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, dengan Trump hadir sebagai saksi.

Rincian Kesepakatan

Nota kesepahaman tersebut terdiri dari 14 poin yang mengatur berbagai aspek terkait penyelesaian konflik. Amerika Serikat berkomitmen untuk mencabut sanksi terhadap Iran dan membuka kembali akses terhadap dana dan aset yang sebelumnya dibekukan. Selain itu, kedua negara juga berencana untuk menghentikan operasi militer dalam perang AS-Israel melawan Iran yang telah berlangsung sejak 28 Februari.

Selain itu, kesepakatan tersebut juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz untuk jalur perdagangan. Iran setuju untuk memberikan jalur aman bagi kapal-kapal dagang tanpa biaya selama 60 hari. Setelah periode tersebut, Iran dan Oman akan melakukan perundingan untuk menyepakati mekanisme pengelolaan jalur perdagangan tersebut secara jangka panjang.

Amerika Serikat juga akan mengakhiri berbagai sanksi yang diberlakukan terhadap Iran, membuka akses terhadap dana dan aset yang dibekukan, serta mencabut blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Di sisi lain, Iran kembali menegaskan bahwa mereka tidak akan mengembangkan senjata nuklir dan bersedia untuk menghancurkan stok bahan nuklir yang telah diperkaya.

Komitmen Iran dalam menuntaskan isu nuklir dianggap sebagai kemenangan besar bagi Amerika Serikat, dan pelonggaran sanksi akan tergantung pada sejauh mana Iran memenuhi kewajibannya.

Source link