Polri Komitmen Mewujudkan Institusi Inklusif melalui Rekrutmen Penyandang Disabilitas
Pada Selasa, 9 Juni 2026, Polri menggelar Forum Diskusi Publik tentang Rekrutmen Penyandang Disabilitas sebagai Anggota Polri di Jakarta Selatan. Dalam acara tersebut, Brigjen Erthel Stephan selaku Karodalpers SSDM Polri menegaskan komitmen Polri untuk menjadikan institusi tersebut semakin inklusif melalui penguatan rekrutmen penyandang disabilitas.
Penyesuaian Sejak 2016
Sejak tahun 2016, Polri telah melakukan berbagai penyesuaian terkait kebijakan rekrutmen penyandang disabilitas. Hal ini mencakup penyesuaian aturan hukum, penyesuaian ruang jabatan dengan kompetensi rekrutan kelompok disabilitas, serta aspek regulasi lainnya. Menurut Erthel, proses inklusi ini tidak hanya menuntut kesiapan penyandang disabilitas untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja Polri, tetapi juga kesiapan seluruh personel Polri untuk bekerja bersama rekan-rekan penyandang disabilitas.
Fokus Rekrutmen
Saat ini, Polri masih fokus pada rekrutmen kelompok disabilitas fisik dan pancaindra, seperti motorik dan sensorik. Sementara untuk kelompok disabilitas mental dan intelektual, Polri akan melakukan kajian lebih lanjut untuk menentukan pola rekrutmen dan penempatan yang tepat. Eka Prastama Widiyanta, Komisioner Komnas Disabilitas, memberikan apresiasi atas langkah Polri dalam membuka akses yang lebih luas bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang mendorong peningkatan akses terhadap pekerjaan.












