Kerusakan Akibat Gempa Sangihe: Rumah Warga Retak Hingga Gereja Rusak
Pasca gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, kerusakan yang diakibatkannya mulai terlihat jelas. Beberapa foto yang beredar memperlihatkan betapa rumah warga hingga gereja mengalami kerusakan serius akibat guncangan tersebut.
Kerusakan Bangunan dan Struktur Penting
Walaupun BMKG telah mencabut status peringatan dini tsunami, perhatian kini beralih pada dampak fisik yang ditinggalkan gempa tersebut. Foto-foto dari lapangan menunjukkan bagaimana bangunan-bangunan yang dulunya berdiri kokoh sekarang mengalami kerusakan serius pada struktur penting, mulai dari rumah warga hingga gereja.
Salah satu contoh kerusakan yang terlihat jelas adalah sebuah bangunan warga di Desa Maliambao, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, yang mengalami retakan-retakan serius.
Rumah Warga dan Gereja Terdampak
Rumah yang terkena dampak gempa menunjukkan atap teras yang miring dan hampir roboh karena tiang penyangga tidak mampu menopang beban bangunan. Pecahan beton berserakan di halaman rumah, dan dinding serta struktur penyangga mengalami retakan akibat getaran gempa.
Kerusakan paling mencolok terjadi pada area teras yang sebagian konstruksinya roboh. Meskipun bangunan utama masih berdiri, kerusakan tersebut menunjukkan betapa besar energi gempa yang melanda wilayah tersebut.
Tidak hanya rumah warga, gereja setempat, yaitu Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST), juga mengalami kerusakan yang serius. Bagian depan gereja terlihat roboh, sehingga interior gereja dapat terlihat dari luar. Berbagai material bangunan berserakan di sekitar area teras gereja.
Salib hitam di halaman gereja masih berdiri tegak meskipun kerusakan pada bangunan utama cukup parah. Hal ini menunjukkan betapa besar tekanan yang diterima struktur bangunan gereja akibat gempa.
Menurut data awal yang terhimpun, setidaknya 27 kepala keluarga terdampak akibat gempa tersebut. Meski status peringatan dini tsunami telah dicabut, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, serta pemerintah daerah.












