Mendagri Tito Karnavian Mewanti-wanti Forkopimda Jaga Soliditas Demi Keberhasilan Pembangunan
Pada sebuah acara di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis, 4 Juni 2026, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memberi arahan kepada Kepala Daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jawa dan Bali. Pada kesempatan itu, Mendagri menekankan pentingnya soliditas dan komunikasi yang kuat di antara pimpinan daerah untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan demi kesuksesan pembangunan.
Kekompakan sebagai Kunci Utama
Menurut Mendagri, kekompakan pemangku kepentingan di daerah merupakan faktor krusial dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan. Jawa dan Bali, sebagai pusat aktivitas nasional dan dihuni oleh hampir 60 persen penduduk Indonesia, memiliki peran strategis dalam memelihara persatuan bangsa dan kedaulatan negara.
Ia juga menegaskan bahwa dalam kondisi aman dan kondusif, pembangunan dapat berjalan dengan lancar. Sebaliknya, gangguan keamanan seperti kerusuhan dapat menghambat proses pemerintahan dan pembangunan.
Komunikasi dan Koordinasi yang Efektif
Mendagri mengingatkan bahwa konflik atau aksi kekerasan, meski berskala kecil, dapat berdampak buruk pada efektivitas pemerintahan dan pembangunan daerah. Oleh karena itu, penting bagi seluruh Forkopimda untuk terus memperkuat komunikasi dan koordinasi, baik secara resmi maupun tidak resmi. Daerah yang mampu menjaga kekompakan di antara pemimpinnya cenderung dapat menyelesaikan masalah dengan lebih cepat dan mencegah konflik yang lebih besar.
Mendagri juga mendorong Pemerintah Daerah untuk menghidupkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai sarana penting dalam menjaga kerukunan dan mencegah konflik sosial yang berbasis agama. Dukungan anggaran melalui APBD juga diharapkan untuk memperkuat kegiatan FKUB di daerah.












