Trump: Kesepakatan Damai AS-Iran Akan Segera Difinalisasi
Pada hari ini, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara resmi mengonfirmasi bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran “sebagian besar telah dinegosiasikan” dan akan segera difinalisasi. Trump menyatakan hal tersebut melalui platform Truth Social, di mana ia mengungkapkan bahwa kesepakatan tersebut telah dibahas dengan beberapa pemimpin kawasan, termasuk pemimpin Israel, Benjamin Netanyahu.
Komunikasi yang Intens
Menurut Trump, kesepakatan tersebut masih perlu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan negara-negara lain yang terlibat. Dalam proses negosiasi, Trump mengklaim bahwa komunikasi yang dilakukan sangat baik dan dia optimis bahwa kesepakatan tersebut akan segera diumumkan dalam waktu dekat.
Di samping pembahasan mengenai akhir dan rincian kesepakatan, Trump juga mengungkapkan bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali sebagai bagian dari kesepakatan tersebut. Hal ini menjadi langkah penting dalam usaha untuk mengatasi kekhawatiran terkait program nuklir Iran, serta mencabut sanksi yang diberlakukan pada negara tersebut.
Tuntutan Pihak Iran
Pada Jumat sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa pihaknya tidak mencari konsesi dari Amerika Serikat, namun hanya ingin hak-hak Iran dipulihkan. Baghaei menuntut penghentian sanksi yang dijatuhkan oleh AS, serta pembebasan aset Iran yang dibekukan oleh negara tersebut.
Selama lima dekade terakhir, pemerintah Iran menghadapi sanksi yang mematikan yang dijatuhkan oleh AS, terutama terkait klaim ancaman nuklir yang diungkapkan oleh Washington. Baghaei menegaskan bahwa Iran tidak menimbulkan ancaman nuklir bagi siapapun di kawasan maupun dunia.
Dalam konteks Selat Hormuz, Iran juga menyoroti blokade angkatan laut Amerika Serikat, yang dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional. Baghaei menekankan pentingnya langkah-langkah untuk mengakhiri blokade tersebut agar situasi di kawasan dapat mereda.












