Berita  

PM Jepang Mengaku Kurang Tidur dan Beban Berat: Ingin Istirahat Lebih

PM Jepang Sanae Takaichi Ungkap Masalah Kurang Tidur

Pada Sabtu, 2 Mei 2026, Perdana Menteri (PM) Jepang, Sanae Takaichi, berbagi kondisi kesehatannya yang sedang mengalami masalah kurang tidur. Sebagai anggota Partai Demokrat Liberal, Takaichi secara terbuka menyampaikan keluhannya kepada mantan Sekretaris Jenderal partainya, Akira Amari, dalam sebuah pertemuan di kediaman resminya.

Tanggung Jawab Besar yang Diemban

Menurut laporan media Jepang, Takaichi harus menangani berbagai tanggung jawab sekaligus mulai dari urusan negara hingga merawat suaminya, mantan anggota parlemen Taku Yamamoto, yang mengalami stroke. Sejak suaminya terkena stroke pada Februari tahun lalu, Takaichi telah secara pribadi menangani proses perawatan dan rehabilitasinya.

Waktu Tidur yang Terbatas

Sebelumnya, Takaichi telah menjadi perhatian publik setelah mengungkapkan bahwa waktunya tidur sangat terbatas karena harus membagi waktu antara merawat suaminya dan mengurus pekerjaan rumah tangga. Dalam rapat Komite Anggaran Majelis Tinggi di bulan November sebelumnya, ia mengungkap bahwa waktu tidurnya hanya sekitar dua hingga empat jam.

Pada rapat Komite Anggaran Majelis Tinggi, Takaichi juga menjelaskan bahwa kesibukan dengan pekerjaan rumah tangga membutuhkan banyak waktu sehingga waktu tidurnya menjadi sangat singkat. Bahkan, ia membawa pekerjaan ke rumah dan menyelesaikannya di sana ketika memungkinkan.

Tantangan dalam Kehidupan Sehari-hari

Saat tinggal di kediaman resminya, Takaichi juga menghadapi kesulitan dalam berbelanja kebutuhan sehari-hari. Meskipun mengidap rheumatoid arthritis, kondisinya menurut orang-orang terdekatnya terlihat sehat. Meski demikian, Takaichi memilih untuk lebih fokus pada tugas-tugasnya dengan cara yang efisien mengingat keterbatasan waktunya yang harus menangani urusan rumah tangga dan merawat suaminya secara bersamaan.

Source link