Iran dilaporkan menggunakan satelit mata-mata buatan China untuk menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah. Hal ini didasarkan pada klaim surat kabar Inggris, Financial Times, yang merilis informasi berdasarkan dokumen militer bocor, citra satelit, dan analisis orbit. Media tersebut menyebutkan bahwa satelit TEE-01B diproduksi oleh perusahaan China, Earth Eye, dan diduga dibeli oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Satelit ini mampu menghasilkan citra dengan resolusi sekitar setengah meter dan ditempatkan di atas pangkalan militer AS di Arab Saudi, Yordania, Bahrain, dan Irak. Citra satelit direkam sebelum dan sesudah serangan drone dan rudal, menunjukkan bahwa Iran mungkin menggunakan satelit tersebut untuk mengarahkan serangan. Selain itu, Iran juga memperoleh izin untuk menggunakan stasiun bumi milik perusahaan China, Emposat, yang memungkinkan akses data satelit dari berbagai wilayah. Para ahli memandang ini sebagai perkembangan besar dalam kemampuan intelijen militer Iran, yang kemungkinan terjadi dengan persetujuan Beijing. Presiden AS, Donald Trump, bahkan telah mengancam akan memberlakukan tarif terhadap negara-negara yang memberikan dukungan militer kepada Iran.
Iran Pakai Satelit China Pencuri Data Militer AS
Read Also
Recommendation for You

Penyelidikan Terhadap WNI dalam Sindikat Judi Online Internasional di Hayam Wuruk Pada penggerebekan jaringan judi…









