Gunung Semeru mengalami erupsi dua kali dengan tinggi letusan mencapai 1.000 meter di atas puncaknya. Erupsi tersebut terjadi di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru melaporkan bahwa kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi pertama terjadi pada pukul 05.26 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 1.000 meter di atas puncak, sedangkan erupsi kedua terjadi pada pukul 06.40 WIB dengan kolom letusan sekitar 500 meter di atas puncak.
Gunung Semeru saat ini berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah memberikan sejumlah rekomendasi. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Selain itu, ada potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berasal dari Gunung Semeru. Masyarakat diharapkan mewaspadai potensi bahaya tersebut terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. Gunung Semeru terus dipantau untuk memonitor perkembangan aktivitas vulkanik dan keselamatan masyarakat sekitarnya.












