Pada Kamis malam tanggal 12 Maret, pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, membuat pernyataan resmi perdananya. Pernyataan ini juga mengkonfirmasi kondisi putra kedua dari almarhum Ayatollah Ali Khamenei. Sebelum pernyataan tersebut dirilis, seorang sumber dari Iran mengungkapkan bahwa Mojtaba Khamenei sebenarnya dalam kondisi koma dan sedang dirawat di Rumah Sakit Universitas Sina di Tehran setelah menjadi korban serangan dari Israel dan AS. Ada juga laporan bahwa kakinya diamputasi dan organ dalamnya mengalami kerusakan. Meskipun ada sumber yang menyatakan bahwa cedera yang dialami Mojtaba hanya ringan, seperti patah di kaki dan memar di sekitar mata. Namun hingga saat ini, Mojtaba belum muncul di hadapan publik, pernyataan resminya hanya dibacakan oleh pembawa berita televisi pemerintah Iran dengan foto Mojtaba yang dipampangkan di layar. Dalam pernyataan perdana tersebut, Mojtaba Khamenei berjanji untuk membalas serangan AS dan Israel yang telah menyebabkan korban jiwa di Iran. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para pejuang yang telah berjuang keras dalam situasi tekanan dan serangan terhadap Iran. Mojtaba juga berjanji untuk tetap menutup Selat Hormuz dan melancarkan serangan terhadap negara-negara Arab di kawasan Teluk, dengan hanya menargetkan pangkalan militer AS.
Mojtaba Khamenei dan Kondisinya Sebelum Pernyataan Resmi
Read Also
Recommendation for You

Peningkatan keamanan di sekitar Kedutaan Besar Israel di London telah dilakukan oleh polisi Inggris setelah…

Kasus dugaan pelecehan seksual verbal yang melibatkan belasan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI)…










