Jaguar telah membuat keputusan radikal dengan menghentikan total model berbahan bakar bensin dan diesel. Hal ini menunjukkan komitmen merek untuk sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik (EV). Meski demikian, kabar terbaru menyebut bahwa mobil andalan Jaguar, Type 00, mungkin akan mengusung mesin pembakaran sebagai pemanjang jarak tempuh. Hal ini dilakukan untuk meredam kekhawatiran konsumen terkait jarak tempuh yang tergolong rendah pada mobil listrik.
Dengan tambahan mesin bensin sebagai generator, Type 00 versi produksi diprediksi dapat menempuh hingga 1.100 km, jauh lebih tinggi dari versi listrik murni. Meskipun Jaguar belum memberikan konfirmasi resmi terkait kehadiran EREV ini, laporan yang muncul memberi indikasi bahwa hal tersebut mungkin terjadi.
Rencana awal peluncuran Type 00 tidak menyertakan versi range extender, namun spekulasi mengenai kehadirannya mulai muncul. Beberapa sumber menyebut bahwa pengembangan mobil ini masih dalam tahap awal, sehingga kemungkinan adanya opsi pemanjang jarak tempuh cukup terbuka.
Meskipun Jaguar telah memberikan komitmen untuk menjadi merek otomotif mewah khusus listrik, hadirnya opsi dengan mesin pembakaran bisa menjadi opsi menarik bagi konsumen yang belum siap berpindah sepenuhnya ke mobil listrik. Namun, hal ini juga bisa menambah biaya dan mempengaruhi harga jual dari kendaraan tersebut. Kesimpulannya, langkah Jaguar ini dapat dilihat sebagai strategi untuk menjangkau lebih banyak konsumen sambil tetap mempertahankan identitasnya sebagai merek yang ramah lingkungan.












