Industri otomotif Amerika Serikat sedang berada dalam pergeseran kembali ke mobil bermesin bensin setelah lebih dari satu dekade fokus pada kendaraan listrik. Beberapa pihak menilai ini sebagai perubahan sementara, dipicu oleh tarif baru dan peraturan yang berubah di bawah pemerintahan Trump. Namun, Negara Bagian Michigan ingin menarik perhatian pada industri minyak atas lambatnya perkembangan kendaraan listrik dan energi terbarukan secara keseluruhan.
Jaksa Agung Michigan, Dana Nessel, telah mengajukan gugatan antimonopoli federal terhadap beberapa perusahaan minyak besar dan American Petroleum Institute. Mereka menuduh bahwa perusahaan minyak tersebut telah bekerja sama untuk menahan inovasi dan produksi yang akhirnya meningkatkan harga energi di pasar transportasi Michigan, sambil menghambat pasar kendaraan listrik di Amerika Serikat.
Gugatan ini menuntut peradilan dan ganti rugi finansial terkait kelebihan pembayaran oleh konsumen Michigan dan pemerintah negara bagian untuk energi. Michigan juga meminta pengembalian keuntungan industri bahan bakar fosil. Meski perusahaan minyak tersebut belum memberikan tanggapan resmi terkait gugatan ini.
Michigan juga menuduh perusahaan minyak memperlambat pertumbuhan pengisian charger di stasiun bahan bakar mereka, menunda pengembangan teknologi hibrida dan baterai, serta menyebarkan “misinformasi” tentang kendaraan listrik, yang semuanya menurut mereka menghambat adopsi EV.
Di tengah pergeseran ini, industri otomotif AS, termasuk Ford, General Motors, dan Stellantis, telah mengumumkan penundaan dan pemotongan investasi dalam kendaraan listrik mereka, dengan alasan preferensi konsumen. Hal ini terjadi di tengah kebijakan pemerintahan Trump yang mendukung minyak dan gas, dengan langkah-langkah seperti melonggarkan aturan efisiensi bahan bakar dan menghapus insentif pajak untuk kendaraan listrik.
Gugatan Michigan menyoroti dampak negatif dan penekanan terhadap teknologi dan data iklim selama bertahun-tahun, yang akhirnya membuat warga Michigan tidak memiliki alternatif energi yang layak. Walau gugatan ini dianggap sebagai yang pertama menarget industri minyak melalui undang-undang antitrust, sejumlah negara bagian lain juga telah mengambil tindakan hukum serupa terkait isu iklim dan manipulasi konsumen oleh perusahaan minyak.
Saat ini, Chevron menyangkal klaim yang diajukan oleh Michigan dan menyebut gugatan tersebut tidak memiliki dasar hukum. Mereka mengklaim bahwa Michigan sangat bergantung pada minyak dan gas dalam mendukung industri otomotif dan pekerja di negara bagian tersebut.












