Jika Anda pernah merasa kurang percaya diri karena salah satu atau kedua mata terlihat sayu atau “ngantuk” sepanjang hari, maka Anda mungkin perlu mengenal kondisi medis yang disebut ptosis. Ptosis atau blefaroptosis adalah kondisi di mana kelopak mata bagian atas merosot atau turun dari posisi normalnya. Kondisi ini bisa terjadi pada satu mata atau kedua mata sekaligus dan meskipun tidak menimbulkan rasa sakit, tetap penting untuk diwaspadai karena bisa menjadi indikasi gangguan serius pada saraf, otak, atau rongga mata.
Ptosis dikategorikan berdasarkan jarak penurunan kelopak mata dari posisi normal menjadi tiga tingkatan, yaitu ringan, sedang, dan berat. Selain itu, ptosis bisa bersifat kongenital atau berkembang seiring bertambahnya usia karena melemahnya otot pengangkat kelopak mata. Penyebab ptosis dapat bervariasi mulai dari faktor penuaan, faktor bawaan, kondisi medis dan penyakit, trauma, hingga gaya hidup seperti penggunaan lensa kontak.
Untuk pengobatan ptosis, langkah pertama adalah proses diagnosis oleh dokter mata untuk menentukan penyebabnya. Selanjutnya, tindakan bedah biasanya diperlukan jika ptosis sudah mengganggu penglihatan atau demi alasan kecantikan. Pada anak-anak dengan ptosis kongenital, operasi sering perlu dilakukan sedini mungkin untuk mencegah komplikasi. Namun, bagi pasien yang tidak dapat menjalani operasi, penggunaan kacamata khusus dengan penyangga juga bisa menjadi solusi sementara.
Dengan mengenali gejala, penyebab, dan cara pengobatan ptosis, Anda dapat lebih memahami kondisi tersebut dan menemukan langkah terbaik untuk mengatasi masalah pada kelopak mata Anda.












