Hyundai telah mengumumkan rencana ambisius untuk memproduksi 30.000 robot setiap tahun mulai tahun 2028. Dengan akuisisi Boston Dynamics lima tahun yang lalu, perusahaan mobil Korea ini berkomitmen untuk memproduksi humanoid dan robot pengantaran. Rencana ini menempatkan Hyundai dalam persaingan langsung dengan pemain seperti Tesla.
Melalui pengembangan Boston Dynamics, Hyundai ingin menjadikan robot seperti Spot dan Stretch sebagai robot pasar massal. Robot Spot telah digunakan di beberapa lokasi konstruksi dan pabrik otomotif perusahaan. Sedangkan proyek humanoid Atlas menjadi tantangan tersendiri, dengan kemampuan operasi otonom dan menggantikan pekerja manusia.
Pilihan Hyundai untuk menggunakan humanoid di pabrik-pabrik mobil sebagai tugas pertama serupa dengan Tesla. Target perusahaan adalah implementasi robot pada tahun 2028 dengan fokus pada produksi robot dalam skala besar.
Dukungan AI dari Google melalui DeepMind akan membantu Hyundai mengembangkan perangkat lunaknya. Perusahaan berencana untuk menerapkan pembelajaran robotika di berbagai divisi, dari logistik hingga layanan konsumen. Pasar robot humanoid akan segera berkembang, dan Hyundai Motor Group telah menempatkan dirinya sebagai pemimpin dalam aspek robotika dan AI.












