Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo turun langsung meninjau wilayah terdampak banjir di Sumatera Barat, seperti di Padang Pariaman dan Kabupaten Agam. Kunjungan ini merupakan bagian dari monitoring lapangan Polri untuk memastikan pemulihan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Bersama dengan pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan, Polri terus mempercepat pemulihan infrastruktur vital, terutama akses penghubung antarwilayah. Sejumlah jembatan darurat telah dibangun dan sedang ditingkatkan kapasitasnya agar segera dapat dimanfaatkan masyarakat.
Wakapolri juga mencatat progres pembangunan jembatan darurat di beberapa wilayah seperti di Kabupaten Agam, Padang Pariaman, dan Sumani Kabupaten Solok. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan akses terbuka, logistik masuk, layanan kesehatan menjangkau warga, dan roda ekonomi bisa bergerak kembali. Polri juga mengerahkan dukungan alat berat tambahan serta personel di kecamatan dengan tingkat kerusakan paling berat sebagai prioritas penanganan. Pemulihan infrastruktur menjadi kunci utama dalam memastikan aktivitas masyarakat segera berjalan kembali.
Sementara Pemerintah menargetkan pembangunan 15.000 hunian korban terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat rampung dalam waktu tiga bulan. Diharapkan upaya bersama antara pemerintah, Polri, TNI, dan semua pemangku kepentingan akan memastikan pemulihan yang terkoordinasi dan berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat segera kembali beraktivitas dengan aman dan kebutuhan dasar terpenuhi secara merata. Semua upaya ini dilakukan untuk memastikan akses bantuan dan pemulihan infrastruktur tepat sasaran dan mempercepat pemulihan ekonomi dan kehidupan masyarakat yang terdampak bencana.












