Hyundai Motor Group menunjukkan keunggulan dalam jajaran mobil listriknya di Amerika Serikat, dengan Ioniq 5 dan Ioniq 9 yang meraih penghargaan, serta Kia EV3 yang diharapkan akan menjadi primadona tahun depan. Namun, di Eropa dan Korea Selatan, keluarga mobil listrik dari Hyundai lebih kuat lagi, termasuk hatchback unik seperti Hyundai Inster.
Kini, Hyundai telah mengumumkan rencana untuk meluncurkan “EV terbesarnya” di Eropa pada Brussels Motor Show bulan depan. Mobil listrik baru ini akan menampilkan teknologi canggih, termasuk sistem pengisian daya 800 volt yang inovatif. Meskipun bukan merupakan Ioniq 9, mobil ini akan memberikan pengalaman berbeda bagi konsumen Eropa.
Hyundai Staria EV, van elegan yang telah mendapat perhatian sejak diluncurkan tahun lalu, akan menjadi model bagian dari ekspansi keluarga mobil listrik Hyundai. Dengan variasi konfigurasi penumpang dan kargo yang sudah ada, Staria EV diprediksi akan menjadi pilihan menarik bagi konsumen untuk beralih ke listrik.
Dengan menggunakan teknologi baterai NCM lithium-ion 84 atau 99 kWh generasi keempat, Hyundai Staria EV menjanjikan kombinasi performa dan efisiensi dalam jarak tempuh hingga 325 kilometer. Keunggulan lainnya adalah arsitektur listrik 800 volt Hyundai yang memungkinkan pengisian cepat DC, membuat pengisian daya menjadi lebih efisien.
Meskipun Hyundai Staria EV diproyeksikan untuk menghadirkan kelebihan luar biasa, kemungkinan keberadaannya di pasar Amerika Serikat masih belum pasti. Dengan kerjasama antara Hyundai dan General Motors dalam mengembangkan van listrik, pasar Eropa nampaknya akan menjadi yang pertama merasakan kehadiran mobil listrik yang inovatif ini.












