Pernikahan yang berlangsung lama tak selalu menjamin kebahagiaan di fase lansia. Pasangan yang telah berusia 50 tahun ke atas sering kali menghadapi “gray divorce”, istilah untuk perceraian pada usia lanjut setelah bertahun-tahun bersama. Gray divorce pertama kali diperkenalkan oleh AARP pada tahun 2004 dan semakin populer setelah penelitian oleh Susan L. Brown dan I-Fen Lin dari Bowling Green State University. Faktor yang menyebabkan gray divorce antara lain empty nest syndrome, masalah finansial, ketidaksetiaan, masalah kesehatan, renggangnya hubungan, ekspektasi yang berubah, dan berkembangnya kesadaran akan kebahagiaan pribadi. Berkurangnya stigma buruk terhadap perceraian juga menyumbang pada peningkatan perceraian di usia lanjut. Perempuan yang mandiri secara finansial juga mendukung kemungkinan untuk memilih hidup sendiri di luar pernikahan. Maka dari itu, gray divorce menjadi fenomena yang perlu dipahami dalam dinamika hubungan pernikahan di usia lanjut.
Pengertian ‘Gray Divorce’ dan Penjelasannya
Read Also
Recommendation for You

Musim hujan sering kali membawa berbagai tantangan dalam perawatan pakaian sehari-hari. Hujan yang terus-menerus bisa…

Setiap hari, tubuh kita rentan terpapar zat berbahaya yang dapat merusak kesehatan, bukan hanya melalui…

Sunscreen atau tabir surya merupakan bagian penting dari perawatan kulit sehari-hari. Fungsinya sangatlah vital, tidak…

Berbelanja online di Shopee memberikan kemudahan dan banyak pilihan produk bagi para pembeli. Namun, terkadang…

Bulan Ramadhan selalu menjadi periode yang sangat dinamis dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Permintaan akan berbagai…







