Seorang wanita asal Kamboja, bernama Aina, mendapatkan perhatian publik setelah meminta bantuan Indonesia untuk berperan sebagai mediator dalam konflik antara Kamboja dan Thailand. Dia berharap agar ketegangan di wilayah perbatasan dapat mereda dan menghindari korban lebih lanjut. Sejak awal Desember 2025, ketegangan antara kedua negara tersebut semakin meningkat, dengan bentrokan bersenjata dan korban jiwa dari kedua belah pihak. Sengketa wilayah perbatasan yang sudah berlangsung lama menjadi pemicu konflik, yang menyebabkan penutupan jalur perbatasan, pemberlakuan jam malam, dan puluhan ribu warga sipil mengungsi. Permohonan Aina untuk Indonesia turun tangan sebagai penengah menegaskan pentingnya peran diplomasi regional dalam menyelesaikan konflik dan melindungi warga sipil. Thailand bahkan memberlakukan darurat militer dan jam malam di beberapa distrik akibat meningkatnya ketegangan dengan Kamboja. Konflik tersebut tidak hanya merugikan kedua negara tetapi juga meningkatkan risiko terhadap keselamatan warga sipil. Para pengamat menekankan bahwa sengketa wilayah perbatasan perlu segera diselesaikan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan perlunya peran mediator dari pihak lain untuk menenangkan situasi.
Wanita Kamboja Memohon Bantuan Indonesia dalam Akhiri Konflik Thailand
Read Also
Recommendation for You

Identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Makassar telah selesai dilakukan oleh Tim Disaster Victim…

Pada Sabtu, 24 Januari 2026, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan mutasi jabatan terhadap…

Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa tugas seorang pemimpin adalah bekerja keras agar orang-orang miskin…









