Kasus hilangnya tumbler tuku milik Anita Dewi di KRL tidak hanya mendapat perhatian netizen, tetapi juga mencapai pejabat tinggi. Salah satunya, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) memberikan sindiran terkait kasus tersebut. Dalam sebuah video yang diunggah akun TikTok PAN @amanat_nasional, terlihat Zulhas berada di ruangan bersama dengan beberapa kader seperti Verrel Bramasta, Desy Ratnasari, dan Sekjen PAN Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio. Dalam video tersebut, Zulhas mengangkat sebuah tumbler sambil menyampaikan pesan tentang pengurangan sampah plastik.
Namun, di sisi lain, Zulhas menyindir Eko Patrio bahwa jangan sampai tumbler itu hilang, karena hal itu akan menciptakan kekacauan di Indonesia. Komentar jenaka Zulhas tersebut menuai tawa dari para kader yang hadir. Peristiwa hilangnya tumbler tuku senilai Rp300 ribu milik Anita Dewi adalah sorotan di media sosial. Kejadian ini berawal saat Anita kehilangan cooler bag berisi tumbler di Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan.
Anita melaporkan kehilangannya kepada petugas, namun saat barangnya ditemukan dan dikembalikan, tumbler tersebut tidak ada di dalam cool bag. Hal ini kemudian menjadi viral di media sosial. Petugas KAI Commuter yang terlibat dalam kasus tersebut diduga melanggar SOP dan akhirnya dipecat. Namun, KAI Commuter sendiri membantah pemecatan tersebut dan menyatakan proses klarifikasi masih berlangsung. Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter, mengatakan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan mitra terkait penanganan petugas front liner.












