Di era modern ini, pasar mobil Eropa telah mengalami perubahan signifikan dalam preferensi konsumen terkait jenis bahan bakar. Diesel, yang dulunya mendominasi pangsa pasar dengan lebih dari 50% pada awal 2010-an, kini telah tergeser oleh mobil hibrida plug-in. Skandal Dieselgate yang melibatkan Volkswagen pada tahun 2015 memunculkan keraguan besar terhadap mobil diesel, yang mengakibatkan penurunan penjualan yang signifikan. Berdasarkan data dari Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA), mobil diesel sekarang hanya memiliki pangsa pasar sebesar 8%, sementara PHEV telah menyentuh angka 9,4%, mengalami kenaikan 32,9% dari tahun sebelumnya. Peraturan emisi yang semakin ketat juga turut berperan dalam menurunkan popularitas mobil diesel, dengan banyak produsen mobil beralih ke mesin gas dan hibrida, serta merangsang pertumbuhan mobil listrik. Meskipun masih ada beberapa merek yang tetap menawarkan mesin diesel, seperti BMW dan Audi, namun tren pasar jelas mengarah ke mobil dengan teknologi ramah lingkungan seperti PHEV dan EV. Ini menandai akhir dari era dominasi diesel di Eropa, dengan mobil hibrida plug-in dan mobil listrik naik sebagai pilihan utama konsumen.
Plug-In Hybrid Mendominasi Pasar Mobil Eropa
Read Also
Recommendation for You

Dodge berpotensi menghadirkan Charger bermesin V8 dengan mesin Hellcat. CEO Tim Kuniskis menyebut ini sebagai…

Mercedes akan segera meluncurkan facelift S-Class pada 29 Januari, dengan pengenalan berbagai perubahan yang akan…

Baterai solid-state semakin mendekati kenyataan, dengan Geely, perusahaan induk Volvo, mempercepat pengembangan sel solid-state miliknya….

Senang sekali melihat video terbaru dari tim Brick House Builds yang menunjukkan proses pembersihan komponen…

Kia mempertahankan tombol fisik untuk kendaraan mereka, meskipun banyak pabrikan lain menggantinya dengan layar sentuh…







