Tidur seharusnya menjadi waktu yang baik untuk tubuh beristirahat dan mengisi ulang energi. Namun, bagi sebagian orang, tidur bisa terganggu dengan munculnya suara keras yang dikenal sebagai ngorok atau mendengkur. Kebiasaan ini sering dianggap remeh, padahal bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan dan risiko penyakit serius.
Mendengkur adalah kondisi di mana seseorang mengeluarkan suara kasar dan berisik saat tidur karena penyempitan atau hambatan saluran pernapasan. Pria dan orang dengan obesitas cenderung lebih sering mengalami ini. Penumpukan lemak di leher dapat menyempitkan saluran pernapasan dan menyebabkan dengkuran. Selain itu, kelelahan, sinusitis, kelainan anatomi hidung atau tenggorokan, pembesaran amandel, atau lidah besar juga bisa menjadi pemicu mendengkur.
Mendengkur bisa menjadi gejala awal dari gangguan sleep apnea, di mana seseorang berhenti bernapas sesaat saat tidur dan sering terbangun tiba-tiba. Risiko kesehatan akibat mendengkur termasuk Obstructive Sleep Apnea (OSA), sakit kepala, insomnia, Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), penyakit jantung, stroke, dan komplikasi kehamilan. Oleh karena itu, penting untuk tidak mengabaikan kebiasaan mendengkur tersebut dan berkonsultasi dengan dokter jika kualitas tidur terganggu.












