Peringatan G30S PKI: Tata Cara dan Makna Bendera Setengah Tiang

Setiap tanggal 30 September, masyarakat Indonesia melaksanakan pengibaran bendera Merah Putih setengah tiang sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa G30S PKI tahun 1965. Pengibaran bendera ini memiliki tata cara khusus yang perlu dipahami agar maknanya tidak hanya simbolik tetapi juga sebagai pengingat sejarah kelam dan pelajaran bagi generasi penerus bangsa. Kementerian Kebudayaan RI mengimbau seluruh elemen masyarakat, instansi pemerintahan, dan lembaga pendidikan untuk mengikuti tata cara pengibaran bendera setengah tiang tersebut. Mekanisme pengibaran bendera telah diatur secara rinci dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Selama prosesi pengibaran dan penurunan bendera, semua orang yang hadir diharapkan untuk memberikan penghormatan dengan berdiri tegak, menghadap ke arah bendera, dan bersikap khidmat. Pengibaran bendera setengah tiang pada 30 September mencerminkan duka mendalam sekaligus penghormatan kepada para pahlawan revolusi yang gugur. Sementara pengibaran bendera penuh pada 1 Oktober dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi lambang kebangkitan, keteguhan, dan kemenangan bangsa Indonesia dalam menjaga ideologi Pancasila. Semoga pemahaman atas makna ini dapat mendorong generasi penerus untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Source link