Segmen kei car di Jepang akan mengalami kehilangan dengan berhentinya produksi Copen setelah lebih dari 20 tahun dijual. Pada bulan Agustus mendatang, mobil sport atap terbuka mungil ini akan berhenti diproduksi. Meskipun demikian, Daihatsu sedang melakukan “berbagai studi” untuk kemungkinan meluncurkan generasi ketiga dari Copen, meskipun keputusan belum diambil. Sejak debutnya pada tahun 2002, Copen telah menjadi model yang disukai setelah Suzuki Cappuccino dan Honda Beat pensiun.
Copen versi terbaru muncul pada tahun 2014 dengan tambahan coupe beratap plastik yang diperkuat serat karbon untuk edisi terbatas. Harganya pun bervariasi, mulai dari 1.983.300 yen untuk model dasar dengan CVT hingga 2.567.400 yen untuk versi GR Sport. Meski Copen harus memenuhi regulasi mobil kei, mobil ini memiliki mesin turbocharged tiga silinder berkapasitas 0,66 liter yang menghasilkan 63 tenaga kuda dan 68 pound-feet torsi. Dengan bobot hanya 1.874 pound, Copen terasa ringan dan responsif.
Dengan dimensi yang sangat compact, Copen membuat Miata terlihat besar. Namun, konsep Vision RWD dari mobil kei car ini belum pernah sampai ke tahap produksi. Sebagai satu-satunya model kei car yang menyenangkan dan masih ada, Daihatsu mungkin ingin menghidupkan kembali resep sukses Copen di masa depan. Sementara itu, produsen mobil lain mengeksplorasi kei car dengan fitur keselamatan yang lebih sederhana untuk harga yang lebih rendah.
Dengan mundurnya Copen, para pecinta kei car berharap akan muncul varian baru di masa depan. Kehadiran Mazda MX-5 yang akan datang juga memberi alternatif bagi penggemar mobil sport kecil ini. Meski Copen mungkin berhenti diproduksi, antusiasme untuk segmen kei car tetap kuat di Jepang. Saat industri mobil terus bertransformasi, kita akan melihat bagaimana masa depan mobil kecil di pasar global.












