Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengungkap kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa wilayah Indonesia, disebabkan oleh bakteri dalam makanan. Bakteri salmonella dan bacillus cereus merupakan jenis bakteri yang paling sering terdeteksi dalam kasus tersebut. Salmonella adalah bakteri gram-negatif berbentuk batang, termasuk patogen fakultatif intraseluler yang dapat bertahan dalam berbagai kondisi.
Salmonella menyebabkan keracunan makanan dan gangguan saluran cerna, umumnya menyebar melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Gejala salmonellosis meliputi diare, demam, mual, kram perut, dan lainnya. Orang rentan terkena dampak salmonella adalah anak-anak, lansia, individu dengan gangguan kekebalan tubuh, serta orang yang menggunakan obat-obatan tertentu.
Bacillus cereus merupakan bakteri pembentuk spora yang menghasilkan toksin berbahaya, menyebabkan sindrom muntah dan diare. Gejala keracunan biasanya muncul setelah mengonsumsi makanan terkontaminasi bakteri ini. Makanan rentan mengandung bacillus cereus adalah nasi, keju, makanan bertepung, ikan, daging, dan sayuran.
Program Makan Bergizi Gratis yang telah diluncurkan sejak awal tahun telah menimbulkan kasus keracunan di beberapa daerah. Sebanyak 5.914 penerima program tersebut terdampak, sehingga Presiden Prabowo memerintahkan penggunaan alat uji keamanan makanan di dapur-dapur MBG. Dengan langkah ini diharapkan kejadian keracunan yang disebabkan oleh bakteri salmonella dan bacillus cereus dapat diminimalisir.












