Balitbang Golkar Dinilai Harus Jadi Mesin Gagasan untuk Menarik Suara Gen Z
CIREBON — Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) tidak lagi cukup dipahami sebagai ruang kajian internal partai. Di tengah perubahan perilaku pemilih, lembaga ini dinilai harus naik kelas menjadi pusat lahirnya gagasan, inovasi politik, dan arah kebijakan yang lebih dekat dengan kebutuhan publik, terutama generasi muda.
Pandangan itu disampaikan Penasehat Ahli Balitbang DPP Partai Golkar, Henry Indraguna, menanggapi pernyataan Ketua Balitbang Golkar, Profesor Yuddy Chrisnandi, dalam Rapat Kerja II Balitbang DPP Partai Golkar di Cirebon pada 20-21 September 2025.
Riset harus menjawab isu yang dekat dengan anak muda
Menurut Henry, tantangan partai politik saat ini bukan semata menjaga warisan sejarah, melainkan membuktikan bahwa gagasan yang diusung tetap relevan di tengah perubahan zaman. Karena itu, Balitbang dituntut menghasilkan riset yang tidak berhenti pada tumpukan dokumen, tetapi benar-benar menjawab isu-isu kontemporer seperti transformasi digital, ekonomi hijau, ketahanan pangan berkelanjutan, hingga tata kelola politik berbasis teknologi.
Ia menilai, generasi Z dan milenial cenderung lebih tertarik pada persoalan yang bersentuhan langsung dengan masa depan mereka, seperti lapangan kerja, kualitas hidup, teknologi, dan perubahan iklim. Dalam konteks itu, partai politik tidak cukup hanya mengandalkan jargon lama. Diperlukan riset yang visioner, terukur, dan bisa diterjemahkan menjadi kebijakan konkret.
Golkar diminta menggabungkan sejarah dan pembaruan
Henry menegaskan, jika Golkar ingin tetap menjadi pilihan bagi pemilih muda, partai harus mampu memadukan nilai-nilai sejarah dengan gagasan modern. Politik hari ini, katanya, menuntut narasi yang disusun berdasarkan data, riset, dan inovasi, bukan sekadar retorika.
Ia juga menyoroti pentingnya memanfaatkan bonus demografi dengan menyusun strategi politik yang benar-benar berangkat dari aspirasi generasi digital. Bila Balitbang mampu merumuskan arah yang tepat, Golkar disebut berpeluang tidak hanya mempertahankan pengaruh, tetapi juga memimpin perubahan politik nasional.
Jembatan partai dan publik
Di luar fungsi sebagai lembaga kajian, Balitbang juga dinilai perlu berperan sebagai penghubung antara partai dan masyarakat. Hasil penelitian, menurut Henry, tidak boleh berhenti di lingkaran elite, melainkan harus menyentuh kebutuhan nyata warga dan disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami.
Dengan cara itu, Balitbang tidak hanya bekerja untuk memperkuat internal partai, tetapi juga membantu menjaga relevansi Golkar di tengah masyarakat. Konsistensi menjalankan peran tersebut dinilai menjadi kunci agar partai berlambang pohon beringin itu tetap bertahan sebagai kekuatan politik besar di tengah perubahan lanskap pemilih yang semakin dipengaruhi generasi muda.
Source link












