Beberapa minggu setelah CEO Mercedes mengungkapkan pandangannya tentang arah industri mobil Eropa, Ola Källenius kembali berbicara. Dalam wawancara dengan surat kabar bisnis Jerman, Handelsblatt, Källenius menekankan perlunya “pemeriksaan realitas” dalam menghadapi larangan penjualan mobil baru dengan mesin pembakaran pada tahun 2035. Sebagai Presiden ACEA, Källenius mendorong Presiden Komisi Eropa untuk mengubah kebijakan tersebut karena dia percaya bahwa mencapai 0 g/km emisi dalam sembilan tahun adalah hal yang tidak mungkin. Dalam sebuah surat terbuka kepada Ursula von der Leyen, ia juga menyatakan bahwa Uni Eropa memiliki “kesempatan terakhir” untuk mengkaji kembali arah kebijakan mobil listrik. Namun, tidak semua produsen sepakat dengan pendapat Källenius. Kia, misalnya, menganggap mencabut larangan tersebut akan merugikan industri dan menghambat pemasaran mobil listrik mereka. Akan tetapi, Uni Eropa menegaskan kembali kebijakan larangan tersebut dan memberikan produsen mobil kelonggaran dalam mencapai target emisi yang ditetapkan. Selain itu, kebijakan ini juga berdampak global bagi produsen mobil di luar Uni Eropa. Menjadi perdebatan yang kompleks mengenai kebijakan larangan mesin pembakaran pada tahun 2035 dan mengubah lanskap industri mobil secara keseluruhan.
Bos Mercedes Minta Eropa Batalkan Larangan Mesin Bensin
Read Also
Recommendation for You

Bentayga Off-Road: Bentley Bentayga X Concept Siap Menghadapi Medan Berat Bentley Bentayga X Concept adalah…

BMW telah mengambil langkah untuk menghentikan layanan berlangganan fitur mobil yang kontroversial setelah mendapatkan kritik…

Capricorn Group, pemasok untuk Formula 1, LMP1, World Endurance Championship (WEC), dan klien balap lainnya,…

Formula 1 dan mobil klasik tidak selalu memiliki kesamaan, tetapi keduanya memiliki daya tariknya masing-masing….

Audi Memutarbalikkan Kebijakan Nama Mobilnya untuk Masa Depan Audi, produsen mobil mewah Jerman, sebelumnya ingin…







