Pada Jumat malam, petugas Brimob terpaksa memukul mundur massa pengunjuk rasa yang melakukan demonstrasi di depan Mako Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta Pusat. Pengunjuk rasa dibubarkan paksa dengan tembakan gas air mata dan penyisiran jalan di depan kompleks Mako Brimob Kwitang. Bentrok semakin memanas ketika massa melawan dengan membombardir petugas Brimob menggunakan bom molotov, sementara petugas Brimob merespons dengan tembakan gas air mata.
Selama demo berlangsung, petugas Brimob terus memukul mundur pengunjuk rasa hingga akhirnya massa tercerai-berai meninggalkan lokasi. Bagian dari massa yang tersisa berusaha berpindah ke arah kawasan Tugu Tani setelah disisir oleh barisan Brimob di sekitar lokasi. Prajurit TNI Marinir juga terlibat dalam membubarkan massa pengunjuk rasa secara humanis dan persuasif.
Meskipun sebagian pengunjuk rasa masih bertahan, prajurit TNI Marinir berhasil membubarkan mereka dengan pendekatan yang sama. Setelah dibubarkan oleh prajurit TNI, pengunjuk rasa yang masih bertahan akhirnya membubarkan diri. Sebagai informasi, massa tersebut awalnya berasal dari gabungan pengemudi ojek online yang mendatangi markas Brimob sebagai reaksi atas kematian salah seorang rekan mereka. Situasi di depan Mako Brimob Polda Metro Jaya menjadi kondusif setelah massa aksi membubarkan diri.
Selain itu, dalam kejadian tersebut, dua wartawan foto dari media nasional juga mengalami kekerasan saat meliput aksi massa. Kebakaran yang terjadi depan Mako Brimob Kwitang berhasil dipadamkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran. Selain itu, mobil di depan Mako Brimob juga menjadi sasaran pembakaran oleh massa. Situasi terkini di lokasi tersebut dikonfirmasi dan diabadikan oleh ANTARA pada hari yang sama.
Artikel ini merupakan informasi terbaru dan terverifikasi yang terjadi di Jakarta Pusat pada tanggal 29 Agustus 2025. Semua informasi di atas adalah hak cipta dari ANTARA dan tidak diperbolehkan untuk disalin atau dipublikasikan tanpa izin tertulis.












