Vertigo sering kali muncul secara tiba-tiba, membuat penderitanya merasa seolah dunia di sekitarnya berputar tanpa henti. Meski terdengar seperti pusing biasa, vertigo sejatinya merupakan gejala gangguan keseimbangan tubuh yang bisa dipicu oleh berbagai kondisi. Mengetahui faktor risiko vertigo yang paling umum penting agar penanganan bisa dilakukan dengan tepat, sekaligus mencegah kekambuhan di masa mendatang. Beberapa faktor risiko yang kerap memicu vertigo antara lain usia di atas 40 tahun, cedera kepala, penggunaan obat-obatan tertentu, riwayat keluarga dengan vertigo, tingkat stres tinggi, konsumsi alkohol secara rutin, infeksi telinga dalam, riwayat stroke atau gangguan pembuluh darah otak, kolesterol tinggi, diabetes, merokok, obesitas, dan tekanan darah tinggi.
Kapan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter? Gejala vertigo seperti sakit kepala yang parah, demam tinggi, penglihatan ganda, kesulitan mendengar, kesulitan berjalan, pingsan, kesemutan atau mati rasa tubuh, nyeri dada, kesulitan berbicara, dan muntah yang terus-menerus harus menjadi tanda untuk segera ke dokter. Kelompok berisiko tinggi seperti usia di atas 60 tahun, riwayat stroke, faktor risiko stroke juga memerlukan kunjungan segera ke dokter. Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) agar penanganan yang tepat dapat diberikan. Dengan pemahaman mengenai faktor risiko dan kapan waktu yang tepat untuk ke dokter, Anda dapat lebih waspada dan melakukan langkah-langkah pencegahan yang sesuai untuk menghadapi vertigo dengan lebih baik.












