Pada Selasa, 12 Agustus 2025, Kepala Biro Umum Sinode GKI Papua Pdt. Petrus Imoliana mencatat adanya intervensi yang dilakukan oleh Pj Gubernur Papua, Agus Fatoni, dan Kapolda Papua Irjen Petrus Patrige Rudolf Renwarin dalam proses Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Papua.
Pdt. Petrus Imoliana menyebut bahwa Pj Gubernur yang seharusnya bertugas menyelesaikan PSU Papua, justru terlibat secara langsung dalam mendukung salah satu paslon. Beliau juga menyoroti ketidaknetralan Kapolda Papua yang diduga memihak pada pasangan calon tertentu.
Menurut Petrus, ada bukti berupa rekaman video dan suara yang menunjukkan arahan kepada aparatur keamanan untuk mendukung pasangan nomor urut 2. Tidak hanya itu, anggota kepolisian juga diduga melakukan intimidasi dan distribusi uang kepada masyarakat untuk mempengaruhi hasil pemilihan.
Petrus juga menyampaikan keberhasilannya dalam mencegah pesawat yang membawa uang untuk intervensi PSU di Kabupaten Mamberamo Raya. Masyarakat Papua pun merespon hal ini dengan melakukan aksi protes di Kantor Gubernur Papua untuk menuntut netralitas ASN dan kepolisian dalam proses Pilkada.
Di sisi lain, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI juga mulai menelusuri dugaan ketidaknetralan ASN dan Polri dalam PSU Pilkada Papua yang melibatkan Pj Gubernur dan Kapolda Papua. Meskipun demikian, proses investigasi masih dalam tahap pengumpulan informasi dari Bawaslu Provinsi Papua.
Situasi ini menggugah masyarakat untuk turun ke jalan dan menuntut keadilan dalam proses pemilihan kepala daerah. Petrus Imoliana menegaskan bahwa masyarakat Papua tidak ingin terjadi manipulasi politik di tanah kelahiran mereka. MAKA_SAJA_DIPUNGUT_KEMBALI_TERSEBUT_HALAMAN_SELANJUTNYA












