Berita  

KPK Telusuri Dugaan Suap Bupati Kolaka Timur ke Partai Politik

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemungkinan menelusuri lebih jauh aliran dana dalam kasus dugaan korupsi pembangunan rumah sakit umum daerah di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Salah satu yang menjadi perhatian adalah apakah dana yang diduga diterima Bupati Kolaka Timur Abdul Azis (ABZ) ikut mengalir ke partai politik yang menaunginya.

KPK Dalami Jejak Uang

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan, penyidik tidak hanya berhenti pada dugaan penerimaan suap oleh Abdul Azis. Lembaganya juga menelusuri penggunaan dana yang disebut diterima tersangka, termasuk kemungkinan dipakai untuk membeli sejumlah aset seperti properti.

“Kami sedang mendalami aliran dana itu, termasuk untuk apa saja digunakan,” kata Asep, seperti dikutip dari keterangan yang disampaikan KPK. Dari penelusuran itu, KPK ingin memastikan apakah ada bagian dana yang berujung ke pihak lain, termasuk unsur politik.

Kasus Proyek RSUD Rp126,3 Miliar

Perkara ini berkaitan dengan proyek pembangunan rumah sakit daerah yang menggunakan anggaran Rp126,3 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Proyek tersebut masuk dalam program Kementerian Kesehatan untuk memperkuat layanan dan meningkatkan kualitas rumah sakit umum daerah di daerah.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan lima tersangka. Abdul Azis ditetapkan sebagai tersangka penerima suap, sementara empat orang lain disebut sebagai pihak pemberi suap dan pihak terkait lainnya dalam proses pengadaan proyek tersebut.

Penelusuran Tak Berhenti pada Satu Nama

Langkah KPK ini menandakan penyidikan kasus Kolaka Timur tidak hanya menyasar transaksi suap di tingkat proyek, tetapi juga kemungkinan adanya aliran dana lanjutan setelah uang berpindah tangan. Jika jejak itu terbukti mengarah ke partai politik, perkara ini berpotensi melebar pada dimensi yang lebih kompleks, baik dari sisi motif maupun penggunaan dana.

Hingga kini, KPK masih terus memeriksa keterkaitan para pihak dan menelusuri aset yang diduga berasal dari hasil dugaan korupsi tersebut. Anterina

Source link