Siswa Sekolah Rakyat: Menuju Mimpi Lebih Dekat
Di ruang kelas Sekolah Rakyat Menengah Pertama 6 Jakarta, harapan para siswa tidak berhenti pada bangku sekolah. Bagi Zawandita, siswi kelas 7 yang sejak kecil akrab dengan dapur, pendidikan justru menjadi jalan untuk mendekatkan diri pada cita-cita besar: menjadi pengusaha kuliner. Di saat yang sama, Rayhan, teman sekelasnya, juga menatap masa depan dengan keyakinan serupa. Keduanya melihat sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi ruang yang membuka peluang yang sebelumnya terasa jauh.
Belajar Gratis, Mimpi Kian Terjangkau
Zawandita mengaku minatnya pada dunia masak tumbuh sejak kecil. Dengan dukungan orang tua, ia terus menjaga cita-cita itu tetap hidup. Kehadiran Sekolah Rakyat membuat langkah tersebut terasa lebih ringan karena pendidikan dapat diakses tanpa biaya. Bagi dirinya, kesempatan ini bukan sekadar bantuan, melainkan pintu yang memungkinkan ia terus belajar tanpa harus memikirkan beban yang menghalangi banyak anak lain.
Rayhan pun merasakan hal yang sama. Ia menyebut program Sekolah Rakyat sebagai kesempatan yang mendekatkan dirinya pada masa depan yang diimpikan. Di tengah keterbatasan yang kerap menjadi penghalang bagi anak-anak seusianya, sekolah ini memberi ruang yang lebih setara untuk berkembang dan menata cita-cita.
Dukungan Keluarga Jadi Penopang
Di balik semangat itu, peran keluarga tetap menjadi penopang utama. Bagi Zawandita, dorongan dari orang tua membuatnya percaya bahwa minat yang dimiliki sejak kecil bisa tumbuh menjadi jalan hidup. Sementara bagi Rayhan, lingkungan yang mendukung memberi keyakinan bahwa mimpi tidak harus tertunda hanya karena keadaan.
Program Sekolah Rakyat, dalam pandangan mereka, bukan hanya soal pendidikan gratis. Lebih dari itu, program ini menghadirkan rasa percaya diri bahwa anak-anak dari latar belakang apa pun tetap punya kesempatan yang sama untuk melangkah lebih jauh. Dari ruang kelas di Jakarta itu, masa depan yang semula terasa jauh kini tampak sedikit lebih dekat.
Source link


