Berita  

Baku Tembak di Puncak Papua: 3 OPM Tewas, Senjata TNI Direbut Kembali

Baku Tembak di Puncak Papua: 3 OPM Tewas, Senjata TNI Direbut Kembali

PUNCAK, PAPUA TENGAH — Kontak senjata kembali pecah di Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Dalam operasi pengamanan yang berlangsung di Kampung Tigilobak pada 31 Juli 2025, prajurit TNI terlibat baku tembak dengan kelompok bersenjata yang disebut sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM). Insiden itu berujung pada tewasnya tiga anggota OPM di lokasi kejadian.

Operasi pengamanan berujung kontak senjata

Peristiwa tersebut terjadi saat pasukan TNI menjalankan tugas pengamanan di wilayah itu. Kelompok OPM disebut melakukan perlawanan bersenjata sehingga baku tembak tak terhindarkan. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayor Jenderal Kristomei Sianturi, mengatakan operasi itu dijalankan untuk menegakkan kedaulatan negara sekaligus merebut kembali senjata yang sebelumnya dirampas oleh OPM.

Dalam peristiwa itu, tiga anggota OPM dilaporkan tewas di tempat. Di antaranya disebut Ado Wanimbo dan Meni Waker. TNI juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi, termasuk satu pucuk senjata api SS2 V4 serta barang lainnya yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Barang bukti diamankan, operasi disebut sesuai aturan

Langkah TNI ini disebut sebagai bagian dari pelaksanaan tugas pokok dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025. Dalam penjelasannya, TNI menegaskan bahwa operasi di Papua tidak semata mengedepankan penindakan, tetapi juga diarahkan untuk menjaga keamanan warga dan melindungi masyarakat setempat.

Di saat yang sama, TNI menyatakan tetap membuka ruang bagi anggota OPM yang ingin kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pendekatan yang dipilih, menurut TNI, tidak hanya bersifat teritorial, tetapi juga humanis dan dialogis agar situasi keamanan di Papua dapat lebih stabil dalam jangka panjang.

Pendekatan keamanan dan ajakan kembali ke NKRI

Dalam konteks Papua yang kerap diwarnai ketegangan bersenjata, TNI menempatkan penegakan hukum sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara. Namun, di balik operasi yang berlangsung, pesan yang ditekankan tetap sama: Papua disebut harus dibangun dengan jalan damai, melalui perlindungan terhadap warga dan peluang bagi pihak-pihak yang ingin meninggalkan konflik bersenjata.

Source link