7 Barang yang Tak Boleh Masuk Kabin Pesawat, Bisa Langsung Disita Petugas
Naik pesawat memang menawarkan kecepatan dan kepraktisan. Tapi di balik ringkasnya perjalanan udara, ada aturan ketat yang kerap diabaikan penumpang: barang bawaan kabin. Banyak kasus terjadi bukan karena niat melanggar, melainkan karena penumpang tak sadar bahwa benda yang dibawa termasuk kategori terlarang. Saat pemeriksaan keamanan berlangsung, barang itu bisa langsung disita petugas bandara.
Barang kecil pun bisa bermasalah
Yang sering luput dari perhatian justru benda-benda yang tampak sepele. Gunting kecil, cutter, pisau lipat, hingga replika pistol masuk daftar barang yang tidak boleh dibawa ke kabin karena dinilai berisiko mengganggu keselamatan penerbangan. Petugas keamanan bandara umumnya tidak memberi pengecualian untuk benda-benda ini, dan penyitaan bisa dilakukan saat pemeriksaan awal.
Aturan serupa juga berlaku untuk peralatan olahraga tertentu. Raket tenis atau tongkat snooker masih bisa ditoleransi dalam kondisi tertentu, tetapi perlengkapan yang berukuran besar atau berpotensi melukai, seperti tongkat golf dan tongkat kriket, harus masuk bagasi tercatat.
Batas cairan dan makanan yang ikut diperiksa
Cairan menjadi salah satu barang yang paling sering memicu masalah di area pemeriksaan keamanan. Air minum, sabun cair, parfum, dan produk sejenis dibatasi maksimal 100 ml per kemasan. Jika melebihi batas itu, barang biasanya akan disita. Ketentuan ini kerap mengejutkan penumpang yang membawa botol minum atau kemasan kosmetik tanpa memeriksa ukurannya lebih dulu.
Selain cairan, makanan juga tak luput dari pengawasan. Makanan beraroma tajam seperti durian, serta bahan segar seperti ikan mentah dan daging segar, umumnya tidak diperbolehkan masuk kabin. Alasannya bukan hanya soal kenyamanan penumpang lain, tetapi juga potensi kontaminasi selama penerbangan.
Bahan berbahaya dan perangkat listrik berkapasitas besar
Barang yang paling tegas dilarang tentu bahan peledak dan zat kimia berbahaya. Petasan, kembang api, hingga korek api gas berukuran besar tidak boleh dibawa ke kabin karena dinilai membahayakan keselamatan penerbangan. Barang-barang semacam ini biasanya langsung diamankan petugas tanpa banyak proses.
Larangan juga berlaku untuk produk hewani mentah atau olahan tertentu, terutama pada penerbangan internasional. Ikan segar, daging mentah, dan sejumlah hasil olahan hewani dapat ditahan sesuai aturan yang berlaku di bandara tujuan.
Powerbank juga tak bisa sembarangan
Di tengah kebiasaan penumpang membawa gawai dalam jumlah banyak, powerbank menjadi barang yang perlu diperhatikan. Maskapai umumnya membatasi kapasitas powerbank maksimal 100Wh hingga 160Wh. Baterai portabel dengan kapasitas lebih besar dianggap berisiko karena dapat memicu panas berlebih atau bahkan kebakaran di dalam kabin.
Karena itu, sebelum berangkat, penumpang sebaiknya memeriksa ulang isi tas kabin. Satu barang yang dianggap kecil bisa berujung pada penyitaan di meja pemeriksaan, dan pada akhirnya justru menghambat perjalanan yang sudah direncanakan sejak awal. Source link












