President Prabowo Receives Warm Welcome from Saudi Officials

Prabowo Bertolak ke Arab Saudi Usai Hadiri HUT Bhayangkara, Perkuat Kerja Sama Haji dan Kemitraan Strategis

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto meninggalkan Jakarta menuju Arab Saudi pada Selasa, setelah menghadiri peringatan Hari Bhayangkara ke-79. Keberangkatan itu menjadi penanda bahwa agenda luar negeri pemerintah kembali diarahkan pada penguatan hubungan dengan salah satu mitra penting Indonesia di Timur Tengah, terutama dalam urusan penyelenggaraan ibadah haji.

Prabowo terlihat berada di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, mengenakan setelan safari cokelat dan peci hitam. Ia didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Menteri Luar Negeri Sugiono. Dari Jakarta, rombongan lepas landas dengan agenda utama mempererat kerja sama bilateral dengan Arab Saudi.

Fokus pada Haji dan Kemitraan

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah menempatkan pengelolaan ibadah haji sebagai salah satu prioritas pembahasan. Selain soal teknis penyelenggaraan, hubungan Indonesia dan Arab Saudi juga diarahkan pada penguatan kemitraan strategis yang dinilai bisa memberi manfaat lebih luas bagi kedua negara.

Langkah ini menunjukkan bahwa hubungan Jakarta-Riyadh tidak hanya dipandang dari sisi diplomasi seremonial, tetapi juga dari kebutuhan praktis jutaan jemaah Indonesia setiap tahunnya. Di saat yang sama, pembicaraan bilateral diharapkan membuka ruang kerja sama lain yang lebih konkret dan berjangka panjang.

Sempat Saksikan Latihan Kadet Militer

Sebelum berangkat, Prabowo juga meluangkan waktu menyaksikan latihan penampilan marching band para kadet militer bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Momen itu memperlihatkan agenda yang padat sekaligus memberi gambaran bahwa kunjungan ke luar negeri dilakukan setelah rangkaian kegiatan kenegaraan di dalam negeri.

Kunjungan ke Arab Saudi ini pada akhirnya menegaskan arah hubungan Indonesia dengan Riyadh yang ingin dijaga tetap dekat dan produktif. Pemerintah berharap komunikasi yang dibangun di tingkat tertinggi dapat memperkuat saling pengertian serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.

Source link