Fondasi Utama Kami: Mesin Pembakaran

BMW belum menutup pintu bagi mesin pembakaran. Di tengah dorongan besar industri otomotif menuju elektrifikasi, pabrikan asal Jerman itu justru menegaskan bahwa mesin bensin dan diesel masih punya tempat penting dalam strategi bisnis mereka. Dari pabrik Steyr, Austria, seorang pejabat senior BMW menyebut mesin pembakaran sebagai fondasi utama perusahaan, sekaligus penopang yang masih akan relevan dalam beberapa tahun ke depan.

Mesin pembakaran tetap jadi tulang punggung

BMW memang terus memperluas portofolio kendaraan listrik, tetapi langkah itu tidak berarti mereka meninggalkan mesin konvensional. Perusahaan masih mengembangkan mesin pembakaran, termasuk diesel, sambil menguji bahan bakar ramah lingkungan seperti HVO100. Dalam pengujian tersebut, emisi CO₂ diklaim bisa turun hingga 90 persen, menjadikan diesel BMW bukan hanya lebih efisien, tetapi juga lebih bersih dibanding sebelumnya.

Pernyataan itu memperlihatkan arah yang diambil BMW: bukan bergerak dengan tergesa-gesa meninggalkan teknologi lama, melainkan menjaga keseimbangan antara kebutuhan pasar saat ini dan transisi jangka panjang. Bagi BMW, mesin pembakaran belum habis; justru masih menjadi bagian dari bisnis yang ingin mereka pertahankan dengan pendekatan yang lebih efisien.

Steyr disiapkan untuk era Neue Klasse

Di sisi lain, pabrik BMW di Austria juga tengah bersiap memasuki babak baru. Fasilitas tersebut kini memproduksi motor listrik generasi keenam untuk mobil listrik Neue Klasse, bahkan untuk prototipe. Model crossover listrik iX3 terbaru disebut akan meluncur bulan depan, menandai semakin seriusnya BMW mendorong lini kendaraan listriknya ke pasar.

Langkah ini menunjukkan bahwa BMW tidak sedang memilih salah satu dari dua teknologi, melainkan membangun keduanya sekaligus. Mesin pembakaran tetap dipertahankan, sementara investasi besar untuk kendaraan listrik terus berjalan. Target perusahaan pun jelas: pada akhir dekade ini, penjualan model ICE dan EV diharapkan bisa seimbang.

Menjaga ruang di tengah aturan Eropa

Saat ditanya soal rencana Uni Eropa melarang penjualan mobil baru bermesin pembakaran pada 2035, BMW memilih tidak mengunci diri pada satu skenario. Sikap itu sejalan dengan strategi mereka yang masih terbuka pada berbagai kemungkinan. BMW juga telah mengonfirmasi pengembangan M3 bertenaga bensin baru serta M5 hibrida plug-in, sinyal bahwa performa dan elektrifikasi tetap akan berjalan berdampingan.

Dalam lima tahun ke depan, BMW Group menargetkan penjualan mobil listrik mencapai 50 persen. Namun, di balik target itu, perusahaan tetap menegaskan satu hal: masa depan mereka tidak dibangun hanya oleh motor listrik, melainkan juga oleh mesin pembakaran yang terus disempurnakan agar tetap kompetitif di tengah perubahan industri otomotif global.

Source link