BOGOR, KOMPAS.com – Polisi masih menelusuri siapa saja yang berada di balik pesta sesama jenis yang digelar dengan kedok family gathering di sebuah vila di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Fakta baru yang muncul menunjukkan, para peserta acara itu mendaftar melalui media sosial, bukan datang secara acak tanpa pola. Dari titik ini, penyidik kini berusaha memastikan apakah mereka tergabung dalam komunitas tertentu atau sekadar terhubung lewat undangan terbuka di internet.
Pendaftaran lewat media sosial
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor, Ajun Komisaris Polisi Teguh Kumara, mengatakan pihaknya masih mendalami jaringan peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurut dia, penyelidikan belum berhenti pada identitas orang per orang, tetapi juga pada cara acara itu disusun dan disebarkan.
“Apakah mereka tergabung dalam suatu komunitas atau memang undangan terbuka di media sosial, itu masih kami dalami,” kata Teguh.
Acara yang dibungkus sebagai family gathering itu ternyata diisi sejumlah hiburan, mulai dari pentas seni, lomba menyanyi, hingga kontes pemilihan bertajuk “The Big Star”. Dari lokasi, polisi juga menemukan barang bukti berupa empat bungkus kondom baru dan satu pedang yang diduga dipakai dalam pertunjukan tari.
75 orang diamankan dari vila di Puncak
Penggerebekan dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya kegiatan sesama jenis laki-laki di vila tersebut. Polres Bogor bersama Polsek Megamendung kemudian bergerak ke lokasi dan mengamankan 75 orang, yang terdiri dari 74 laki-laki dan satu perempuan. Mereka diketahui berasal dari wilayah Jabodetabek.
Kasus ini kini tidak hanya ditangani dari sisi pidana, tetapi juga dari aspek kesehatan. Polisi menyebut ada peserta yang diduga positif HIV dan saat ini tengah ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan setempat.
Di tengah pemeriksaan yang masih berjalan, polisi terus memetakan hubungan antarpeserta, pola komunikasi, dan siapa pihak yang menginisiasi pertemuan itu. Dari rangkaian temuan sementara, pesta yang semula dikemas seperti acara kebersamaan keluarga itu justru menyisakan jejak yang jauh lebih serius bagi penyidik.
Source link












