Success Story: Naila dan Keluarga Terangkat Lewat Sekolah Rakyat
Program Sekolah Rakyat atau Community School tidak dirancang sebagai program yang berdiri sendiri. Di tengah upaya pemerintah menekan kemiskinan, inisiatif pendidikan dasar ini justru diposisikan sebagai bagian dari strategi yang lebih besar, menyatu dengan perlindungan sosial dan pemberdayaan keluarga. Karena itu, keberhasilannya tidak hanya diukur dari bangku sekolah yang terisi, tetapi juga dari sejauh mana keluarga penerima manfaat ikut terdorong keluar dari lingkaran kemiskinan.
Penurunan Kemiskinan Jadi Target Utama
Isu tersebut mengemuka dalam forum publik “Double Check” bertema “Seberapa Jauh Negara Melindungi Rakyatnya?”. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa penurunan angka kemiskinan menjadi prioritas utama pemerintah. Ia mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat masih ada 3,1 juta orang dalam kemiskinan ekstrem dan 24 juta orang dalam kemiskinan umum. Pemerintah menargetkan angka itu turun hingga di bawah 5 persen pada 2029.
Menurut Agus, Kementerian Sosial tidak mungkin bekerja sendirian menghadapi persoalan sebesar itu. Karena itu, koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah menjadi syarat mutlak agar program tidak berhenti pada bantuan sesaat, melainkan benar-benar mendorong perubahan hidup penerima manfaat.
Naila Menjadi Contoh Dampak Program
Salah satu contoh yang disorot adalah Naila, anak dari keluarga yang membutuhkan perhatian khusus. Melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan sejumlah lembaga terkait, Naila bersama keluarganya mendapat dukungan dalam berbagai aspek kehidupan. Kisah ini memperlihatkan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya menyentuh kebutuhan belajar anak, tetapi juga membuka jalan bagi penanganan yang lebih menyeluruh terhadap persoalan keluarga.
Dalam pendekatan seperti ini, pendidikan menjadi pintu masuk. Setelah itu, dukungan sosial dan pemberdayaan diarahkan agar keluarga penerima manfaat memiliki kesempatan lebih besar untuk mandiri. Pemerintah menilai model semacam ini lebih efektif dibanding bantuan yang berjalan sendiri-sendiri tanpa keterhubungan antarlembaga.
Ekspansi Sekolah Rakyat Terus Didorong
Presiden Prabowo, kata Agus, mendorong Kementerian Sosial untuk lebih fokus pada pemberdayaan individu agar bisa benar-benar lepas dari kemiskinan. Di sisi lain, perlindungan sosial tetap menjadi prioritas dengan alokasi anggaran besar untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Program Sekolah Rakyat juga diproyeksikan berkembang lebih luas. Sebanyak 65 sekolah baru akan dibuka pada Juli ini, dengan target meningkat menjadi 100 sekolah pada akhir tahun. Namun, keberlanjutan program itu tetap bergantung pada dukungan pemerintah daerah, mulai dari penyediaan lahan, perizinan, hingga infrastruktur yang dibutuhkan untuk operasional sekolah.
Pemerintah menekankan bahwa program kesejahteraan yang dijalankan tidak diarahkan pada kelompok tertentu semata, melainkan pada penguatan individu dan keluarga agar memiliki daya tahan lebih baik. Dari forum itu terlihat jelas bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya ditentukan oleh desain kebijakan di pusat, tetapi juga oleh seberapa rapat kerja sama antarpemerintah berjalan di lapangan. Source link


