Prabowo: Indonesia-China Partnership for Peace

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali arah politik luar negeri Indonesia yang ingin menjaga kawasan tetap tenang di tengah situasi global yang kian rapuh. Dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu pagi, Prabowo menyatakan Indonesia siap memperkuat kemitraan strategis dengan Beijing demi mendorong tatanan regional yang damai, aman, dan sejahtera.

Prabowo dorong kerja sama yang lebih dalam

Di hadapan Li, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia membuka ruang yang lebih luas untuk memperdalam kerja sama dengan Tiongkok. Menurut dia, hubungan kedua negara seharusnya tidak berhenti pada hubungan diplomatik formal, tetapi bergerak ke kemitraan yang mampu menghadirkan stabilitas bagi kawasan. Pesan itu disampaikan seusai upacara kenegaraan dan menjadi penegasan atas pentingnya hubungan Jakarta-Beijing di tengah perubahan geopolitik yang terus berlangsung.

Sementara itu, Li Qiang membawa salam hangat serta pesan pribadi dari Presiden Tiongkok Xi Jinping. Dalam pertemuan tersebut, Li menekankan pentingnya kedua negara memajukan masa depan bersama, sejalan dengan hubungan yang selama ini terus diperkuat melalui berbagai sektor kerja sama.

75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Tiongkok

Pertemuan itu juga berlangsung dalam momentum khusus, yakni peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Tiongkok. Peringatan ini memberi bobot tambahan pada pertemuan kedua pemimpin, terutama karena hubungan bilateral keduanya terus berkembang di tengah dinamika global yang tidak menentu.

Li turut mengingat kunjungan Prabowo ke Tiongkok pada November tahun sebelumnya. Kunjungan tersebut disebutnya sebagai tonggak penting yang menghasilkan konsensus signifikan antara kedua pemimpin. Dari sana, ruang kolaborasi antara Indonesia dan Tiongkok disebut makin terbuka, terutama di sektor-sektor kunci yang dinilai strategis bagi kedua negara.

Sambutan meriah di Istana Merdeka

Prosesi penyambutan di Istana Merdeka berlangsung meriah dan sarat simbol persahabatan. Sebanyak 400 siswa Indonesia mengibarkan bendera Merah Putih dan bendera Tiongkok dalam rangkaian acara tersebut. Kehadiran para pelajar itu menjadi penanda bahwa hubungan kedua negara tidak hanya dibangun lewat diplomasi tingkat tinggi, tetapi juga melalui pesan persahabatan yang ditanamkan sejak dini.

Di tengah pertemuan resmi itu, Indonesia dan Tiongkok kembali menunjukkan bahwa relasi keduanya kini tak sekadar soal kerja sama ekonomi atau politik. Yang sedang ditekankan adalah upaya menjaga kawasan tetap stabil, dengan kemitraan yang diklaim mampu memberi manfaat lebih luas bagi kepentingan bersama.

Source link