Jakarta — Alfa Romeo mulai mengubah arah bisnisnya di tengah percepatan pasar kendaraan listrik global. Pabrikan asal Italia itu menyiapkan generasi baru SUV dan sedan untuk menggantikan model andalannya, Giulia dan Stelvio, yang selama ini menjadi tumpuan di kalangan penggemar mobil performa.
Giulia dan Stelvio Disiapkan Penerus Baru
Langkah ini menandai babak baru bagi Alfa Romeo. Giulia dan Stelvio akan dihentikan produksinya dan digantikan oleh model anyar yang dibangun di atas platform STLA Large milik Stellantis. Basis ini dirancang fleksibel, sehingga bisa digunakan untuk varian bermesin pembakaran maupun kendaraan listrik murni.
Meski belum ada pernyataan resmi yang secara tegas mengonfirmasi opsi listrik untuk semua model barunya, petunjuk kuat sudah muncul lewat foto-foto penggoda Stelvio generasi berikutnya. Dalam gambar prototipe yang diuji di salju, mobil itu tampak tidak memiliki knalpot di buritan. Di kaca depannya juga terlihat stiker tegangan tinggi berwarna oranye, sinyal yang lazim ditemui pada kendaraan listrik.
Desain Mengarah ke Efisiensi Aerodinamika
Alfa Romeo tampaknya ingin menjadikan aerodinamika sebagai salah satu kunci utama dalam rancangan mobil barunya. Bagian depan yang nyaris tertutup, ditambah desain lampu depan terpisah, menunjukkan upaya untuk menekan hambatan angin sekaligus menjaga efisiensi. Di saat yang sama, penggunaan platform STLA Large memberi ruang bagi Stelvio baru untuk tetap mempertahankan karakter penggerak roda belakang yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Dengan rencana peluncuran Stelvio baru yang diperkirakan berlangsung tahun ini dan penjualan menyusul pada 2026, Alfa Romeo berada di jalur penting untuk menegaskan posisinya di pasar kendaraan listrik. Bagi merek yang lama dikenal lewat desain dan performa, transisi ini bukan sekadar pergantian mesin, melainkan ujian apakah identitas khas Alfa Romeo masih bisa bertahan di era elektrifikasi.
Source link












