Depok — Banjir yang melanda Perumahan RGS, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, menyisakan persoalan yang lebih besar dari sekadar genangan air. Dua warga dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapat perawatan medis, sementara penyebab banjir diduga berkaitan dengan kondisi saluran air di belakang kompleks perumahan yang tidak tertangani dengan baik.
Wakil Wali Kota Turun ke Lokasi
Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, meninjau langsung lokasi banjir untuk melihat kondisi korban dan situasi di lapangan. Dari hasil pengecekan, Chandra menemukan tembok rumah salah satu warga justru dipakai sebagai pembatas saluran air. Menurutnya, kondisi itu menunjukkan adanya kesalahan dalam proses pembangunan perumahan.
Air dengan debit tinggi dari belakang perumahan diduga menekan struktur tersebut hingga tembok rumah warga jebol. Situasi itu kemudian memicu banjir dan membuat sejumlah warga harus mengamankan diri.
Pengembang Akan Dipanggil
Chandra meminta pihak terkait memanggil pengembang Perumahan RGS untuk dimintai keterangan terkait proses pembangunan dan perizinan. Pemerintah kota juga akan melakukan evaluasi terhadap kondisi lingkungan perumahan, terutama pada bagian yang berkaitan dengan saluran air dan pembatas di area belakang kompleks.
Ia menegaskan, pembatas saluran air semestinya dibuat dalam bentuk turap, bukan memanfaatkan tembok rumah warga. Menurut dia, praktik semacam itu berisiko menimbulkan persoalan baru, apalagi saat debit air meningkat.
Bangunan di Bantaran Kali Disorot
Selain persoalan saluran air, Chandra juga menyoroti bangunan yang berdiri di pinggir kali dan tidak memiliki IMB. Ia meminta pembongkaran terhadap bangunan-bangunan yang dinilai berpotensi memicu longsoran, penyempitan aliran, dan perubahan arus air.
Petugas kecamatan dan dinas perizinan diminta turun mengecek bangunan di bantaran sungai. Di saat yang sama, material longsor telah diangkat dan upaya mitigasi dilakukan dengan mengevakuasi warga ke lokasi yang lebih aman.
Chandra mengingatkan bahwa penanganan seperti ini tidak bisa berhenti setelah air surut. Menurut dia, langkah pencegahan harus menjadi perhatian agar kejadian serupa tidak kembali berulang di kawasan yang sama.
Source link












