Sketsa Prabowo Gratis: Momental Emosional di SMA

JAKARTA — Sebuah sketsa wajah hitam-abu-abu yang dibuat selama hampir sebulan menjadi hadiah tak biasa dalam kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke SMAN 13 Jakarta Utara, Selasa (18/2). Karya itu datang dari Anastasia Cagiva Wijaya, siswi kelas 12, yang menyerahkan lukisan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagai ungkapan kagum sekaligus terima kasih.

Hadiah dari ruang kelas untuk Presiden

Cagiva mengaku membuat sketsa tersebut karena terinspirasi oleh kegigihan dan perjuangan Prabowo Subianto. Ia mengatakan, dorongan untuk menuntaskan gambar itu muncul setelah melihat proses panjang yang dilalui Prabowo hingga akhirnya dilantik sebagai presiden. Bagi Cagiva, momen itu meninggalkan kesan emosional yang kuat.

Lukisan itu kemudian diberikan kepada Prabowo dalam rangkaian kunjungan Wapres Gibran ke sekolah tersebut untuk agenda Makan Bergizi Gratis. Momen penyerahan sketsa itu menjadi salah satu perhatian di tengah kegiatan yang menyoroti program pemerintah di lingkungan sekolah.

Program makan gratis yang terasa langsung

Di balik hadiah personal itu, Cagiva juga menyampaikan apresiasi atas program Makan Bergizi Gratis yang diluncurkan Prabowo di sekolahnya. Menurut dia, program tersebut memberi dampak nyata bagi siswa, termasuk dirinya dan keluarga. Ia menyebut, bantuan makanan di sekolah meringankan beban orang tuanya dalam menyiapkan bekal.

Cagiva menambahkan, kehadiran program itu membuat uang saku lebih hemat karena ia tak lagi sering jajan sembarangan. Dari penghematan tersebut, ia bahkan bisa mulai menabung. Baginya, manfaat program itu bukan hanya soal makanan, tetapi juga membantu membentuk kebiasaan yang lebih sehat di lingkungan sekolah.

Sketsa yang lahir dari kekaguman

Selama hampir satu bulan, Cagiva mengerjakan sketsa tersebut dengan warna hitam dan abu-abu. Proses yang panjang itu ia jalani sebagai bentuk penghargaan terhadap sosok yang menurutnya memberi inspirasi. Dalam peristiwa sederhana di sekolah negeri itu, hadiah tangan seorang pelajar justru memperlihatkan bagaimana kebijakan pemerintah dan sosok pemimpinnya bisa hadir sangat dekat di kehidupan sehari-hari siswa.