Dapur Makan Bergizi Gratis di Semarang Dinilai Buka Peluang Kerja bagi Warga
Semarang — Program makan bergizi gratis yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto tak hanya dipandang sebagai upaya memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga mulai memberi dampak ekonomi di tingkat lokal. Salah satunya dirasakan Amelia Widya Putri, warga Semarang, yang menyebut program ini membawa manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, terutama lewat terbukanya kesempatan kerja.
Warga Sekitar Ikut Terserap dalam Kegiatan Dapur
Amelia mengatakan, pelibatan warga yang tinggal di sekitar unit layanan membuat program ini punya nilai lebih. Menurut dia, keberadaan dapur makan bergizi gratis tidak berhenti pada penyediaan makanan sehat untuk anak-anak Indonesia, melainkan juga menjadi sumber penghasilan bagi sejumlah warga yang terlibat dalam operasionalnya.
“Saya bersyukur bisa ikut dalam program ini. Selain membantu anak-anak mendapatkan makanan bergizi, program ini juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar,” kata Amelia.
Dorong Perputaran Ekonomi Lokal
Amelia menilai manfaat program tersebut turut merembet ke pelaku usaha kecil di daerah. Keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah, petani, serta peternak dinilai membuat rantai pasok program berjalan lebih dekat dengan masyarakat setempat. Dengan begitu, program ini bukan hanya menjawab kebutuhan gizi, tetapi juga ikut menggerakkan ekonomi di tingkat bawah.
Ia berharap dapur makan bergizi gratis di Semarang bisa diperluas agar menjangkau lebih banyak pelajar. Menurut dia, pemenuhan gizi anak sekolah perlu menjadi perhatian serius agar seluruh siswa di Indonesia mendapat kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat dan belajar dengan baik.
Harapan Menuju Indonesia Emas 2045
Amelia menyebut program ini sejalan dengan cita-cita besar membangun Indonesia yang lebih sejahtera pada 2045. Ia menilai, pemenuhan gizi anak, pemberdayaan warga, dan penguatan ekonomi lokal merupakan rangkaian yang saling terkait dalam mendorong lahirnya generasi yang lebih kuat di masa depan.


