Washington, D.C. — Di ujung lawatan ke Amerika Serikat, Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd James Austin pada Rabu, 13 November. Pertemuan berlangsung hangat sebelum keduanya melanjutkan pembicaraan secara tertutup, menandai penutup agenda diplomatik Prabowo di Washington.
Bahas hubungan lama dan isu strategis
Dalam pertemuan itu, Prabowo dan Austin disebut saling bertukar pandangan mengenai sejumlah isu strategis yang tengah berkembang. Prabowo menekankan bahwa diskusi mereka berlangsung dalam suasana akrab, mengingat keduanya telah bekerja sama cukup lama. Ia juga menyoroti hubungan Indonesia dan Amerika Serikat yang telah terjalin selama 75 tahun.
“Secretary Austin and I have worked together for quite some time. We discussed current issues, cooperation between our two countries, and exchanged information and viewpoints. That was the essence of our discussion,” kata Prabowo.
Prabowo menambahkan, pembicaraan tidak hanya berkisar pada kerja sama keamanan, tetapi juga peluang kolaborasi ekonomi yang dinilainya penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Gaza dan Laut China Selatan ikut dibahas
Sejumlah konflik internasional turut masuk dalam agenda pembicaraan, termasuk situasi di Gaza dan ketegangan di Laut China Selatan. Dalam isu Palestina, Prabowo kembali menegaskan dukungannya terhadap solusi dua negara. Menurut dia, sikap itu juga tampak sejalan dengan pandangan pihak Amerika Serikat.
“We discussed it. I continue to advocate for a two-state solution for Palestine, and they also seem to support that,” ujar Prabowo.
Soal Gaza, Prabowo menekankan pentingnya kerja sama untuk mendorong tercapainya gencatan senjata. Sementara terkait Laut China Selatan, ia mengatakan kedua pihak membicarakan keinginan untuk bekerja sama dengan semua pihak yang terlibat.
“We are working together in hopes of achieving a ceasefire soon. Regarding the South China Sea, we talked about our desire to cooperate with all parties involved,” katanya.
Sovereignty tetap dijaga
Di akhir pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia terbuka pada kerja sama dengan berbagai kekuatan dunia, namun kedaulatan tetap menjadi garis yang tidak bisa ditawar. Ia menyebut pendekatan kerja sama sebagai jalan yang lebih produktif ketimbang memperlebar jarak dengan pihak lain.
“We respect all powers, but we will always maintain our sovereignty. However, I choose to seek opportunities for cooperation,” kata Prabowo. (RR)
Source link


