Brussels, VIVA – Wakil Presiden Komisi Uni Eropa, Josep Borrell, memilih memulai lawatannya ke Timur Tengah dengan singgah di Mesir dan Lebanon, tanpa memasukkan Israel dalam agendanya. Kunjungan yang berlangsung sejak Minggu, 8 September 2024, itu difokuskan pada dorongan tercapainya gencatan senjata di tengah perang yang belum menunjukkan tanda mereda.
Mesir Jadi Titik Kunci Diplomasi
Menurut kantor Layanan Luar Negeri Uni Eropa di Brussels, Borrell dijadwalkan bertemu Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sissi di Kairo pada Senin, 9 September 2024. Ia juga akan meninjau perbatasan Rafah yang menjadi jalur penting menuju Gaza. Dari kantor Borrell, agenda utama kunjungan ini adalah pertemuan dengan para mediator dari Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat.
Pada Selasa, 10 September 2024, Borrell akan melanjutkan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdel-Atty serta menghadiri pertemuan Liga Arab. Langkah ini menegaskan posisi Kairo sebagai salah satu pusat diplomasi paling menentukan dalam upaya menghentikan pertempuran di Gaza.
Lebanon Masuk Agenda, Israel Tidak
Setelah Mesir, Borrell dijadwalkan berada di Lebanon pada 11-12 September 2024. Di sana, ia akan bertemu Perdana Menteri Najib Mikati, juru bicara parlemen Nabih Berri, Panglima Angkatan Bersenjata Lebanon Jenderal Joseph Aoun, serta Menteri Luar Negeri dan Emigran Lebanon Abdallah Bou Habib. Dalam pertemuan itu, Uni Eropa akan membahas dukungan bagi ketahanan dan stabilitas Lebanon, sekaligus peran negara itu di kawasan.
Namun, lawatan ke Israel tidak tercantum dalam agenda. Keputusan itu sejalan dengan sikap Borrell yang selama ini kerap mengkritik tindakan Israel di Jalur Gaza. Meski demikian, ia juga mengecam serangan Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel dan menyandera 250 orang.
Gencatan Senjata yang Masih Macet
Kepada majalah Foreign Policy pada Mei lalu, Borrell mengatakan bahwa satu kengerian tidak bisa dibenarkan oleh kengerian lainnya. Sementara itu, menurut Kementerian Kesehatan Palestina, hampir 41.000 orang di Gaza telah tewas sejak konflik memuncak.
Pembicaraan gencatan senjata antara Israel dan Hamas sendiri dilaporkan belum bergerak selama berbulan-bulan. Dalam laporan Financial Times, militer Amerika Serikat bahkan disebut telah bersiap menghadapi kemungkinan negosiasi gagal. Di tengah jalan buntu itu, diplomasi Borrell di Mesir dan Lebanon menjadi bagian dari upaya mencegah perang melebar ke wilayah yang lebih luas.
Sumber: ANews, Financial Times, Foreign Policy












