Ratusan Kader dan Simpatisan PDIP Jateng Nyatakan Dukungan ke Prabowo-Gibran
Ratusan kader dan simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Jawa Tengah menyatakan dukungan terbuka kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dalam Pemilihan Presiden 2024. Pernyataan itu disampaikan dalam rangkaian kegiatan di Pekalongan, Jawa Tengah, dengan para peserta mengenakan baju merah khas partai.
Dukungan yang Disebut Berangkat dari Pertimbangan Program
Koordinator Kader dan Simpatisan PDIP Jateng, Titi Setiasih, mengatakan dukungan tersebut lahir setelah mereka menilai visi dan misi Prabowo-Gibran. Menurut dia, pasangan itu dipandang paling tepat untuk melanjutkan pembangunan dan meneruskan arah kebijakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
“Kami melihat Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai pasangan paling tepat untuk meneruskan estafet kepemimpinan Presiden Jokowi,” ujar Titi Setiasih.
Program Kesehatan dan Pangan Jadi Sorotan
Dalam pandangan para kader dan simpatisan yang hadir, Prabowo-Gibran dinilai menawarkan program yang dianggap lebih konkret, terutama di sektor kesehatan preventif. Program itu mencakup pemberian gizi bagi ibu hamil serta makan siang dan susu gratis bagi siswa-siswi di Indonesia.
Selain itu, Prabowo juga disebut berkomitmen memperkuat sistem kesehatan nasional melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS). Di sisi lain, pasangan ini juga menempatkan penyediaan hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), milenial, dan generasi Z sebagai bagian dari agenda yang ditawarkan.
Sinyal Perubahan di Peta Dukungan Politik
Langkah ratusan kader dan simpatisan PDIP di Jawa Tengah ini menjadi perhatian karena memperlihatkan adanya dukungan lintas partai menjelang Pilpres 2024. Di tengah peta persaingan yang terus bergerak, dukungan dari basis massa yang selama ini identik dengan PDIP dinilai memberi tambahan tenaga politik bagi Prabowo-Gibran.
Dengan latar Jawa Tengah yang kerap menjadi wilayah penting dalam kontestasi elektoral, pernyataan dukungan ini tidak sekadar simbolik. Ia menunjukkan bahwa pertarungan menuju hari pemungutan suara tak hanya ditentukan oleh mesin partai, tetapi juga oleh kalkulasi program dan arah kepemimpinan yang dinilai paling menjanjikan oleh para pemilih di lapangan.


